PANGKALPINANG — Ribuan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran tersedia dalam gerakan pangan murah yang digelar Pemkot Pangkalpinang di Tua Tunu. Program ini menyasar langsung warga yang tengah bersiap merayakan peringatan Maulid Nabi, sebuah momen yang bagi masyarakat setempat dirayakan layaknya hari raya.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayu Trisna, saat meninjau lokasi mengatakan pemilihan Masjid Raya Tua Tunu sebagai titik pelaksanaan bukan tanpa alasan. Menurutnya, tradisi "berlebaran" yang dilakukan warga saat Maulid membuat kebutuhan pangan meningkat drastis, sehingga kehadiran pasar murah menjadi penyeimbang harga.
"Jadi di Tua Tunu ini, setiap peringatan Maulid Nabi masyarakatnya merayakan dengan suasana lebaran. Saya rasa sangat pas dan tepat jika gerakan pangan murah ini dilaksanakan di Tua Tunu untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakatnya," ungkap Dessy dalam keterangannya, Kamis.
Harga Sembako di Bawah Pasaran
Dessy memastikan harga yang ditawarkan dalam kegiatan ini jauh lebih rendah dibandingkan harga eceran di pasar tradisional. Hal itu diharapkan mampu menekan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang hari perayaan.
"Ditambah lagi harga sembako yang dijual di sini lebih murah dibandingkan harga di pasaran," tegasnya.
Sasar Warga Sekitar, Bukan Umum
Berbeda dari agenda serupa yang kerap dipusatkan di alun-alun atau kantor kecamatan, gerakan pangan murah kali ini secara khusus dialokasikan untuk warga Kelurahan Tua Tunu. Skema ini dipilih agar distribusi bantuan lebih tepat sasaran dan tidak direbut oleh warga dari luar wilayah.
Pemkot Pangkalpinang menyiapkan sejumlah komoditas pokok dalam operasi pasar tersebut, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur. Masyarakat yang datang tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sinergi HUT Kota dan Hari Besar Keagamaan
Pelaksanaan pasar murah ini merupakan rangkaian dari perayaan HUT ke-269 Kota Pangkalpinang yang bertepatan dengan bulan Maulid. Pemerintah kota sengaja menggabungkan dua momen tersebut dalam satu kegiatan agar dampaknya lebih terasa langsung bagi masyarakat.
Kegiatan serupa direncanakan berlanjut di sejumlah kelurahan lain menyusul tingginya permintaan warga. Pemkot memastikan akan terus memantau ketersediaan stok dan fluktuasi harga di lapangan selama periode perayaan berlangsung.