PANGKALPINANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat hampir seluruh wilayah kabupaten kini dikepung titik panas. Hanya Kota Pangkalpinang yang tidak terdeteksi adanya hotspot dalam pemantauan satelit terbaru.
Data yang dirujuk dari BMKG Pangkalpinang tersebut menunjukkan tingkat akurasi titik panas berada di angka 8 dan 9, yang berarti indikasi kuat telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di lokasi terpantau.
Belitung Timur Jadi Wilayah dengan Intensitas Karhutla Tertinggi
Hardiansyah mengatakan kejadian karhutla kini hampir terjadi setiap hari dengan intensitas tinggi terpantau di Belitung Timur. Pada Sabtu kemarin saja, tercatat tiga insiden kebakaran lahan, yakni dua kejadian di Belitung Timur dan satu kejadian di Bangka Barat.
"Panasnya luar biasa, belum lagi angin kencang. Itulah mengapa setiap hari selalu ada titik panas yang diduga karhutla," ujar Hardiansyah.
Luas Lahan Terbakar Capai Lebih dari 2 Hektare
Dari tiga insiden karhutla yang terjadi pada Sabtu, luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 2 hektare. BPBD memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD di enam kabupaten untuk melakukan pengecekan lokasi dan tindakan pemadaman agar api tidak meluas.
"Terlepas ada atau tidak, kami tetap mengimbau BPBD di enam kabupaten tersebut untuk melakukan pengecekan lokasi. Jika benar terjadi karhutla, segera lakukan tindakan pemadaman agar api tidak meluas," tegasnya.
Imbauan untuk Masyarakat di Tengah Cuaca Ekstrem
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, seperti membakar lahan, membakar sampah sembarangan, hingga membuang puntung rokok yang masih menyala.
Sementara itu, Kapolda Bangka Belitung Irjen Viktor T. Sihombing menyebut apel kesiapsiagaan digelar mengingat di musim kemarau saat ini kejadian karhutla meningkat. Sebanyak 158 titik panas terdeteksi di Bangka Belitung dan BPBD mengonfirmasi 200 hektare lahan terbakar selama Juli-Agustus akibat cuaca ekstrem.