Luas lahan dan hutan yang terbakar di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, mencapai 462,3 hektare yang tersebar di 250 titik hingga Rabu siang. Ketua Satgas Karhutla Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, menyebut keterbatasan armada pemadam kebakaran menjadi kendala utama di tengah tingginya laporan aduan warga yang masuk setiap hari.
SUNGAILIAT — Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Bangka mengaku kewalahan menghadapi tingginya kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap hari. Dalam satu waktu, petugas bahkan harus menangani enam laporan kebakaran secara bersamaan di lokasi yang berbeda.
"Kami terus berupaya dengan maksimal menghentikan dan menangani kebakaran hutan dan lahan yang setiap hari terjadi," kata Ketua Satgas Karhutla Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, di Sungailiat, Rabu.
Empat Unit Damkar Versus Enam Titik Kebakaran Sekaligus
Suherman menjelaskan, jumlah armada pemadam kebakaran (Damkar) yang tersedia hanya empat unit. Kondisi ini memaksa tim untuk menentukan skala prioritas saat menerima laporan yang datang berbarengan.
Pemadaman diutamakan pada titik api yang berpotensi meluas atau berada dekat dengan permukiman warga. Di kawasan hutan Desa Rebo, petugas bahkan turun langsung memadamkan api secara manual sembari menunggu bantuan armada dari PT Timah.
Luas Lahan Terbakar Meningkat Drastis
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Rabu siang, luas hutan dan lahan yang terbakar di Kabupaten Bangka mencapai 462,3 hektare yang tersebar di 250 titik. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan catatan beberapa hari sebelumnya yang masih berada di kisaran 350 hektare.
Titik-titik kebakaran tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Lintas Timur Kecamatan Merawang, Kecamatan Riau Silip, dan Kecamatan Sungailiat.
Dugaan Unsur Kesengajaan di Kawasan Calon Batalyon TNI AD
Bhabinkamtibmas Desa Rebo, Bripol M Genza, mengungkapkan kebakaran di kawasan Bukit Rebo yang terjadi Rabu sore menyita perhatian. Lokasi tersebut merupakan area yang direncanakan untuk pembangunan Batalyon TNI AD.
"Ada dugaan kebakaran hutan dengan unsur sengaja oleh orang yang tidak bertanggungjawab sebab modus pembakaran hampir serupa dari temuan kasus serupa yang sebelumnya terjadi terletak tidak jauh dari hutan yang terbakar saat ini," jelas Genza. Pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku pembakaran di lokasi tersebut.
Warga Diminta Waspada Selama Musim Kemarau
Satgas Karhutla mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Potensi kebakaran disebut masih tinggi karena musim panas diprediksi berlangsung cukup lama.
"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mencegah ancaman kebakaran hutan dan lahan," ujar Suherman. Ia menegaskan bahwa unsur kelalaian dan kesengajaan menjadi dua faktor utama yang mendominasi penyebab karhutla di wilayahnya.