KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Dua pekan sudah MPL ID Season 18 berjalan, dan RRQ masih jauh dari performa terbaiknya. Dari tiga pertandingan yang dijalani, tim berjuluk Macan Putih itu hanya mampu mengamankan satu kemenangan. Dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan telak tanpa balas, membuat mereka tertahan di papan bawah klasemen.
Kombinasi roster anyar yang disiapkan untuk musim ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Manajemen memboyong wajah-wajah baru, memulangkan pemain lama ke pro scene, dan mendatangkan satu pemain "naturalisasi" dari luar. Targetnya jelas: mengembalikan era kejayaan RRQ yang pernah mendominasi bersama EVOS di turnamen M1.
Daftar Lengkap Roster RRQ MPL ID Season 18
Berikut susunan pemain yang diturunkan RRQ untuk mengarungi kompetisi musim ini:
- Manager: Maverick
- Head Coach: Adi
- Asisten Coach: Caleb
- Roamer: Idok
- Midlaner: Rinz dan Clayyy
- Goldlaner: Sutsujin dan Kuroky
- Jungler: Demonkite
- Offlaner: Lynchh
Hasil Pertandingan RRQ di Dua Pekan Awal
Perjalanan RRQ di musim ini langsung diuji dengan laga berat. Berikut rincian hasil pertandingan mereka:
Pekan Pertama: El Clasico Berujung Pil Pahit
Laga pembuka MPL ID S18 mempertemukan RRQ dengan rival abadi, EVOS. Sayangnya, draft hero EVOS yang lebih solid membuat RRQ kesulitan mengembangkan permainan. Mereka harus mengakui keunggulan lawan dengan skor telak 0-2.
Di pertandingan kedua pekan yang sama, RRQ berhadapan dengan DEWA. Setelah kalah di laga pembuka, performa mereka sedikit membaik. RRQ memenangkan game pertama dengan mudah, sempat diimbangi DEWA di game kedua, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan skor 2-1.
Pekan Kedua: Royal Derby Berakhir dengan Kekalahan
Jadwal pekan kedua hanya memberi RRQ satu kali kesempatan bermain. Lawan yang dihadapi tak kurang menantang: ONIC, tim yang baru saja tampil di MSC 2026. ONIC yang sedang dalam performa terbaiknya tampil agresif dan menang mudah tanpa balas atas RRQ. Kekalahan ini membuat RRQ kehilangan poin penting lagi di klasemen.
Akar Masalah: Kemistri Tim yang Belum Terbentuk
Dari tiga laga yang sudah dijalani, terlihat jelas belum ada koordinasi yang baik antar pemain RRQ. Demonkite, sang jungler naturalisasi, masih kerap bermain individualistis dan timing-nya kurang sinkron dengan tim.
Di sisi lain, Sutsujin sering mengambil inisiatif untuk membuka pergerakan, namun tidak mendapat follow up yang cukup dari rekan setimnya. Gerakan seperti itu seharusnya menjadi tugas Lynchh selaku offlaner. Ketidakcocokan peran ini menjadi pekerjaan rumah utama bagi head coach Adi untuk segera dievaluasi.
Target Minimal: Hindari Kegagalan Musim Lalu
Masih di awal musim, Adi punya waktu untuk menjembatani gap performa antar pemain. Jika berhasil, RRQ masih punya peluang untuk menembus babak playoff. Yang paling penting, mereka harus menghindari kegagalan seperti musim lalu yang harus puas finis di posisi juru kunci.