PANGKALPINANG — Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan (P2K) BPBD Kota Pangkalpinang, Nur Ikhsan, menyatakan patroli diperketat di tiga wilayah yang dinilai paling rawan terbakar. Ketiga kecamatan itu adalah Bukit Intan, Gabek, dan Gerunggang.
"Kita lebih mengintensifkan patroli karena sarana prasarana dan SDM dalam pemadaman karhutla yang terbatas," kata Nur Ikhsan di Pangkalpinang, Selasa.
Mengapa BPBD Pangkalpinang Belum Bisa Turun Sendiri Memadamkan Api
Nur Ikhsan menyebut BPBD Kota Pangkalpinang belum memiliki mobil blanwir atau bomba. Personelnya juga belum memegang sertifikat pemadam kebakaran, dan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan karhutla belum tersedia.
Karena itu, peran BPBD selama ini terbatas pada membantu petugas pemadam kebakaran. Bentuknya suplai air ke mobil pemadam.
"Untuk penanganan karhutla ini, kita hanya bisa memback-up atau membantu petugas pemadam kebakaran dengan suplai air ke mobil pemadam kebakaran, karena kita belum memiliki sarana yang memadai," ujarnya.
Imbauan ke Warga: Jangan Bakar Sampah Dekat Lahan Kering
Selain patroli, BPBD menggencarkan imbauan agar warga tidak membakar sampah di dekat lahan kering. Percikan api dari pembakaran sampah berpotensi merambat ke semak belukar di lahan tersebut.
"Saat ini, kita lebih melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah di dekat lahan-lahan kering yang berpotensi merambat ke semak belukar di lahan tersebut," kata Nur Ikhsan.
Nomor Call Center untuk Lapor Karhutla
Warga yang melihat atau mengetahui kejadian karhutla diminta segera melapor ke petugas. BPBD Kota Pangkalpinang menyediakan call center 0811 7161 000 agar penanganan bisa dilakukan cepat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada pihak berwajib apabila mengetahui oknum yang sengaja membakar untuk membuka lahan, agar pelaku pembakaran tersebut dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Puncak musim kemarau di Pangkalpinang diprediksi berlangsung pada September 2026. Dengan keterbatasan peralatan yang diakui sendiri oleh BPBD, patroli dan partisipasi warga menjadi lini utama pencegahan karhutla di tiga kecamatan rawan tersebut.