BANGKA — Puluhan pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu di wilayah operasional PT TIMAH mendapat kesempatan emas. Sebanyak 36 siswa dinyatakan lulus dalam Seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Kelas Beasiswa PT TIMAH yang diumumkan pada Senin (25/5/2026).
Proses seleksi tidak main-main. Para calon siswa harus melewati enam tahapan, mulai dari tes administrasi, Tes Potensi Akademik, Psikotes, Wawancara, Analisa Psikologi Klinis, hingga Validasi Dokumen. Seluruh proses ini direkomendasikan oleh Tim Psikolog PT Pijar Integra Psikologi Universitas Padjadjaran (PIP UNPAD).
Pengumuman hasil seleksi tertuang dalam surat nomor 05/SPMB.TIMAH Tbk/V/2026. Program ini diprioritaskan bagi pelajar berprestasi yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, sebagai upaya perusahaan menekan angka putus sekolah di wilayah Bangka Belitung dan sekitarnya.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan program kelas beasiswa ini sudah berjalan konsisten selama lebih dari dua dekade. “Program kelas beasiswa PT TIMAH ini sudah dimulai sejak tahun 2000 dan masih terus dilanjutkan hingga tahun 2026. Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk mewujudkan generasi emas 2045,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Anggi menambahkan, proses seleksi dilakukan secara objektif dan profesional dengan melibatkan tim psikolog independen. Tujuannya, agar menghasilkan peserta didik yang benar-benar siap mengikuti program pembinaan di kelas beasiswa.
Setelah dinyatakan lolos seleksi utama, para siswa masih harus melewati satu tahapan lagi: Tes Kesehatan. Ujian ini akan dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Pulau Bangka, Pulau Belitung, dan Kabupaten Karimun.
“Kami berharap para peserta yang lolos dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi,” kata Anggi.
Program Kelas Beasiswa PT TIMAH menjadi salah satu andalan perusahaan BUMN tambang timah itu dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Dengan sistem seleksi yang ketat dan melibatkan pihak ketiga independen, perusahaan ingin memastikan hanya siswa terbaik yang mendapatkan beasiswa penuh ini.