KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Setelah hampir satu dekade absen, ponsel dengan keyboard QWERTY fisik kembali menjadi perbincangan di kalangan penggemar gadget. Bukan BlackBerry yang bangkit, melainkan sejumlah vendor kecil dan aksesori yang menghidupkan kembali format ini. Di tahun 2026, setidaknya ada tiga perangkat yang bisa dipesan: Minimal Phone, lini Titan 2 Elite dari Unihertz, dan Clicks Communicator.
Dibanderol USD 449,99 (sekitar Rp 7,4 juta), Minimal Phone mengusung pendekatan unik. Ponsel ini menggunakan layar e-paper hitam-putih, bukan panel OLED biasa. Tujuannya jelas: mengurangi konsumsi konten visual yang berlebihan.
Meski tampil minimalis, perangkat ini tetap menjalankan Android 14 dengan dukungan penuh Google Play. Cocok untuk pengguna yang ingin ponsel kedua khusus komunikasi, email, dan produktivitas tanpa godaan scrolling media sosial.
Unihertz, vendor asal China, kembali dengan dua penerus Titan 2 yang sukses di Kickstarter. Titan 2 Elite dan Elite Pro resmi diperkenalkan di MWC 2026 dan berhasil mengumpulkan lebih dari USD 4 juta dari hampir 9.000 pendukung.
Kedua ponsel ini mengusung layar OLED 4,03 inci dengan refresh rate 120 Hz — peningkatan signifikan dari pendahulunya. Dukungan 5G, eSIM, dan microSD menjadi standar. Perbedaan utama ada di dapur pacu: varian Pro menggunakan prosesor lebih tinggi dengan penyimpanan 512 GB, dua kali lipat dari varian standar (256 GB).
Harga pre-order langsung dari Unihertz adalah USD 490 (sekitar Rp 8,1 juta) untuk Elite dan USD 580 (sekitar Rp 9,6 juta) untuk Elite Pro. Sebagai perbandingan, Titan 2 generasi pertama dibanderol hanya USD 229 di Kickstarter pada 2025.
Pesaing terdekat Titan 2 Elite Pro adalah Clicks Communicator yang diumumkan di CES 2026. Harganya sama, USD 499 (sekitar Rp 8,2 juta), dengan spesifikasi yang nyaris identik: layar OLED 4,03 inci, prosesor MediaTek Dimensity 8300, dan keyboard QWERTY penuh yang mendukung input sentuh.
Keunggulan Clicks terletak pada software. Ponsel ini menjalankan Android 16 dengan jaminan pembaruan selama lima tahun. Fitur lain yang jarang ditemukan di ponsel masa kini meliputi pengisian nirkabel Qi2, jack audio 3,5 mm, dan lampu LED yang bisa dikustomisasi di tombol Prompt Key.
Bagi yang belum siap membeli ponsel baru, Clicks juga menjual aksesori keyboard yang bisa dipasang ke iPhone dan Android tertentu. Solusi ini memungkinkan pengguna merasakan pengalaman mengetik fisik tanpa harus mengganti perangkat utama.
Fenomena ini bukan sekadar nostalgia mantan pengguna BlackBerry. Pengguna yang banyak mengetik — seperti jurnalis, pebisnis, atau content creator — kerap mengeluhkan bug keyboard virtual, termasuk masalah yang baru-baru ini dilaporkan oleh pengguna iPhone. Keyboard fisik dianggap lebih andal dan memberikan umpan balik taktil yang lebih baik.
Di luar fungsionalitas, ponsel QWERTY juga menawarkan diferensiasi. Di tengah lautan ponsel dengan layar penuh dan bezel tipis seperti iPhone 17 atau Galaxy S26, perangkat ini punya karakter yang jelas. Sebagian pengguna bahkan sengaja menggunakannya sebagai ponsel sekunder untuk mengurangi screen time secara sengaja.
Catatan: Harga dalam rupiah merupakan estimasi berdasarkan kurs Rp 16.500 per USD. Ketersediaan di Indonesia masih perlu dikonfirmasi ke masing-masing distributor.