TANJUNGPANDAN — Wakil Bupati Belitung Syamsir menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi titik refleksi di tengah kekhawatiran akan terkikisnya nilai-nilai kebangsaan. Ia menyebut telah terjadi dinamika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara beberapa waktu terakhir, meski tidak merinci secara spesifik bentuk pergeseran tersebut.
“Peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni adalah momentum untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujar Syamsir dalam pidatonya usai bertindak sebagai inspektur upacara.
Pernyataan tersebut muncul di tengah tren nasional yang menunjukkan meningkatnya narasi primordialisme hingga polarisasi politik yang semakin tajam. Syamsir menilai bahwa kohesi sosial di daerah, termasuk di Kepulauan Bangka Belitung, juga menghadapi tantangan serupa. Ia mendorong agar momentum ini menjadi titik balik untuk memperkuat kembali nilai-nilai keutuhan bangsa.
Dalam pidatonya, Syamsir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta Tanah Air dan berkolaborasi. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong yang ia sebut sebagai “keroyokan” dalam pembangunan bangsa.
“Ayo kita mencintai bangsa Indonesia ini, ayo kita mencintai Tanah Air, ayo terus berkolaborasi, kompak, dan keroyokan dalam pembangunan bangsa,” ujar Syamsir dengan nada mengajak.
Ajakan ini relevan dengan kondisi Kabupaten Belitung yang memiliki potensi ekonomi di sektor pariwisata, perikanan, dan pertambangan. Pengelolaan yang berkelanjutan dan berkeadilan, menurutnya, memerlukan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Syamsir juga mendorong implementasi nilai-nilai Pancasila dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa sebagai bekal menyikapi situasi politik global. Ia merujuk pada ketegangan geopolitik antarnegara besar dan konflik regional yang masih berlangsung.
Dalam konteks tersebut, Pancasila tidak hanya dipandang sebagai ideologi domestik, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia. Hal ini sejalan dengan tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”.
“Tema ini merupakan sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila…” ujar Syamsir, menekankan pentingnya pengamalan Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.