SUNGAILIAT — Ratusan aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memadati Lapangan Kantor Bupati Bangka pada Senin pagi. Mereka mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Bangka H. Fery Insani membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Dalam amanat itu ditegaskan bahwa peringatan ini bukanlah seremoni tahunan belaka, melainkan momentum refleksi agar nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ungkap Bupati mengutip amanat BPIP.
Bagian yang paling ditekankan dalam amanat tersebut adalah ajakan kepada generasi muda. Mereka diminta untuk tidak hanya menghafal butir-butir Pancasila, tetapi menerapkannya sebagai living ideology dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga persatuan di tengah keberagaman disebut sebagai kunci utama.
Dirinya juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Gunung Mas melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Upacara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, serta jajaran staf ahli dan asisten di lingkup sekretariat daerah. Kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ketua organisasi kemasyarakatan juga tampak hadir.
Dalam konteks global, amanat tersebut juga menegaskan tanggung jawab konstitusional Indonesia untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai Pancasila disebut tidak hanya relevan untuk menjaga persatuan bangsa, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia.