BENGKULU — Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu langsung dengan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono untuk membahas keluhan petani sawit di daerah. Pertemuan itu menghasilkan jaminan bahwa harga TBS akan pulih secara bertahap setelah aturan teknis kebijakan ekspor satu pintu berjalan stabil.
Sultan menjelaskan bahwa penurunan harga yang terjadi sejak akhir bulan lalu merupakan efek kejut dari kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN. Menurutnya, fluktuasi ini bersifat sementara dan wajar dalam dinamika ekonomi.
"Ini semacam kaget saja, jika semua aturan main teknis dari kebijakan ekspor satu pintu itu sudah mantap pasar pasti akan menyesuaikan diri," kata Sultan dalam pesan elektronik yang diterima di Bengkulu, Selasa.
Di Provinsi Bengkulu, harga TBS sawit yang sebelumnya mencapai sekitar Rp3.100 per kilogram turun drastis menjadi sekitar Rp2.400 per kilogram. Penurunan ini terjadi setelah kebijakan ekspor CPO melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia diterapkan.
Kondisi serupa juga dirasakan di provinsi penghasil sawit lainnya seperti Sumatera dan Kalimantan. DPD RI menyebut situasi ini perlu dipantau ketat agar perputaran ekonomi petani tidak terganggu lebih lanjut.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meminta seluruh pelaku usaha tetap menggunakan acuan harga PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara dalam transaksi perdagangan TBS. Pemerintah juga mengingatkan adanya ancaman sanksi administratif hingga pencabutan izin bagi perusahaan yang melanggar ketentuan pembelian TBS.
"Kita minta petani agar tetap tenang dan DPD fokus untuk masalah ini agar putaran ekonomi dari petani sawit dapat tetap terjaga," ujar Sultan menambahkan.
Sultan menegaskan bahwa DPD RI akan terus memantau perkembangan harga TBS di daerah dan berkoordinasi dengan kementerian terkait. Ia optimistis pasar akan kembali stabil dalam waktu dekat seiring dengan penyesuaian teknis di lapangan.
Para petani sawit diimbau tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas produksi seperti biasa sembari menunggu kepastian kebijakan ekspor yang lebih matang.