DPR Minta Pemerintah Segera Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Setelah Harga Minyak Dunia Anjlok

Penulis: Fajar  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 21:17:01 WIB
Anggota DPR Mufti Anam mendesak evaluasi harga BBM non-subsidi menyusul turunnya harga minyak dunia.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Desakan evaluasi harga BBM non-subsidi kembali mencuat di Senayan. Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, menilai sudah saatnya pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak menyusul meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran disebut Mufti menjadi titik balik yang membuka akses pelayaran aman melalui Selat Hormuz. Jalur strategis itu sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran pasar global dan ikut mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia.

Logika Satu Arah yang Merugikan Rakyat

Mufti menyoroti inkonsistensi kebijakan harga BBM yang kerap terjadi. "Jangan sampai logikanya hanya berlaku satu arah. Saat harga minyak naik, harga BBM cepat menyesuaikan. Tetapi saat harga minyak turun, yang muncul justru berbagai alasan untuk menunda penyesuaian," ucapnya, Selasa (16/6/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, rakyat sudah terbiasa menerima konsekuensi kenaikan harga BBM ketika konflik memanas. Kini giliran pemerintah yang harus menunjukkan itikad baik dengan segera mentransmisikan penurunan harga minyak dunia ke harga di pompa bensin.

"Rakyat perlu merasakan manfaat dari turunnya harga minyak dunia," tegas Mufti.

Dampak Berantai ke Ongkos Hidup dan UMKM

Mufti mengingatkan bahwa harga BBM bukan sekadar angka di papan informasi SPBU. Setiap perubahan harga langsung mempengaruhi tarif transportasi, biaya logistik, harga pangan, hingga biaya produksi UMKM.

"Kenaikan BBM selalu berdampak ke tarif transportasi, biaya logistik, harga pangan, biaya produksi UMKM, hingga daya beli masyarakat," jelasnya.

Menurut Mufti, rakyat sudah terlalu sering menjadi pihak yang pertama menanggung dampak gejolak global. Sebaliknya, mereka justru menjadi yang terakhir menikmati manfaat ketika situasi kembali normal.

Pertamina Diminta Transparan Soal Ruang Penurunan

Mufti mendesak pemerintah dan Pertamina segera mengevaluasi harga BBM non-subsidi secara transparan. Jika memang ada ruang penurunan yang tersedia dari harga minyak dunia saat ini, jangan ditunda-tunda lagi.

"Pemerintah dan Pertamina harus segera mengevaluasi harga BBM secara transparan. Jika memang ruang penurunan sudah tersedia, jangan ditunda," pungkasnya.

Desakan ini muncul di tengah tren penurunan harga minyak global yang mulai terlihat sejak akhir pekan lalu. Pasar merespons positif kesepakatan damai AS-Iran yang diyakini akan menstabilkan pasokan minyak dari kawasan Teluk.

Reporter: Fajar
Sumber: nasional.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top