Ekspor Ikan dan Kerang-Kerangan Bangka Belitung Naik 15,6 Persen pada April 2026, Balikkan Tren Penurunan 5 Bulan

Penulis: Ragil  •  Senin, 20 Juli 2026 | 19:42:01 WIB
Volume ekspor ikan dan hasil laut Bangka Belitung mencapai 1,29 juta ton pada April 2026.

PANGKALPINANG — Setelah lima bulan berturut-turut mengalami penurunan, kinerja ekspor komoditas perikanan dan hasil laut Bangka Belitung akhirnya berbalik arah. Data terbaru Bank Indonesia mencatat lonjakan volume ekspor untuk kelompok barang kode SITC 03 pada April 2026.

Lonjakan di Tengah Tren Menurun

Kenaikan volume ekspor pada April 2026 menjadi angin segar bagi sektor perikanan di provinsi penghasil timah tersebut. Sebab, dalam catatan historis 16 bulan terakhir, tren ekspor komoditas ini cenderung menurun sejak Oktober 2025.

Puncak volume ekspor tertinggi dalam periode tersebut pernah diraih pada Mei 2025 dengan angka 1,29 juta ton. Sementara titik terendahnya terjadi pada Februari 2026, di mana volume ekspor merosot hingga 758,51 ribu ton.

Pupuk dan Mineral Alam Dominasi Ekspor

Meski ekspor perikanan menunjukkan perbaikan, komoditas unggulan Bangka Belitung secara keseluruhan masih didominasi oleh sektor lain. Berdasarkan rekap dokumen pabean impor, terdapat 11 kelompok barang yang diekspor dari provinsi ini, semuanya dikelompokkan dalam kode SITC 2 digit.

Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi per April 2026 adalah SITC kode 27, yakni pupuk dan mineral alam lainnya, yang mencapai 18,02 juta ton. Angka ini jauh melampaui volume ekspor komoditas perikanan yang berada di urutan kedua.

Data Historis: Fluktuasi Volume Ekspor Babel

Fluktuasi volume ekspor komoditas perikanan ini menunjukkan kerentanan sektor terhadap faktor musim dan permintaan pasar global. Data dari Katadata Insight Center menunjukkan bahwa performa ekspor SITC 03 di Bangka Belitung sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan ketersediaan stok hasil tangkapan.

Kenaikan pada April 2026 ini setidaknya memberikan gambaran bahwa permintaan pasar internasional terhadap produk olahan kerang-kerangan dan moluska asal Bangka Belitung masih cukup kuat. Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah produk.

Reporter: Ragil
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top