MENTOK — Dua dusun terpencil di Kabupaten Bangka Barat, Dusun Pinyangang dan Buyanklumbi, menjadi titik terbaru jemput bola edukasi pemilu yang dilakukan KPU setempat. Anggota KPU Kabupaten Bangka Barat Dwi Aprianto menyebut kegiatan ini bagian dari upaya menjangkau pemilih dari kelompok rentan dan marginal.
"Kita terus melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan kepada pra pemilih yang masuk kategori kelompok marginal," ujar Dwi di Mentok, Selasa.
Menurut Dwi, warga di dusun pelosok kerap menghadapi hambatan geografis dan keterbatasan informasi. Tanpa edukasi langsung, risiko golput dan kesalahan teknis saat pencoblosan lebih tinggi. Oleh karena itu, KPU Bangka Barat memprogramkan sosialisasi secara rutin dan berkesinambungan.
"Kita juga ingin mendorong terwujudnya partisipasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan marginal," tambahnya.
Dalam pertemuan itu, peserta yang telah memiliki hak pilih dibekali pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak suara secara bertanggung jawab. Materi juga mencakup nilai-nilai demokrasi dan peran strategis warga dalam menyukseskan setiap tahapan pemilu.
Dwi menegaskan, target akhir dari program ini bukan sekadar meningkatkan angka partisipasi, tetapi juga memperkuat kualitas suara yang masuk. "Kita akan terus berupaya meningkatkan wawasan, pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai kepemiluan agar mereka dapat menggunakan hak pilih secara tepat dan bertanggung jawab," katanya.
Berdasarkan pembaruan data triwulan II tahun 2026, jumlah pemilih di Kabupaten Bangka Barat mencapai 158.655 jiwa. Rinciannya, 81.602 pemilih laki-laki dan 77.053 pemilih perempuan. Sebaran geografis yang terdiri dari gugusan pulau kecil menjadi tantangan tersendiri bagi KPU dalam menjangkau seluruh pemilih.
Dengan sosialisasi berjenjang ini, KPU Bangka Barat berharap partisipasi pemilih pada pemilu mendatang lebih inklusif, demokratis, dan berintegritas — tanpa ada satu pun warga yang tertinggal informasi hanya karena tinggal di pelosok.