TANJUNGPANDAN — PMI Kabupaten Belitung tak lagi bergantung pada stok darah dari pusat kota. Lembaga kemanusiaan itu kini membangun jaringan pendonor aktif di desa-desa melalui program Bank Darah berbasis desa yang digerakkan oleh kader Laskar Siaga.
Ketua PMI Belitung Hastari Wardianti menyebut program ini sebagai prioritas utama mempercepat respons medis. "Bank Darah berbasis desa ke depan dan secara bertahap setiap desa memiliki pendonor darah aktif," ujarnya di Tanjungpandan, Selasa.
Dengan pendonor aktif di setiap desa, warga yang mengalami kondisi darurat tidak perlu menunggu lama. "Ketika ada warga yang membutuhkan darah dalam kondisi darurat, seperti ibu melahirkan atau korban kecelakaan, pendonor dari desa tersebut dapat segera bergerak membantu," kata Hastari.
PMI Belitung juga mengoptimalkan aplikasi khusus pendonor darah untuk memudahkan koordinasi. Melalui sistem terintegrasi ini, data pendonor aktif tercatat secara real-time. Masyarakat bisa mendaftar menjadi pendonor baru secara mandiri.
Sistem ini membuat proses donor darah lebih transparan dan terukur. Masyarakat yang peduli dan ingin bergabung tidak perlu lagi datang ke kantor PMI, cukup melalui aplikasi.
Angka kebutuhan darah di Kabupaten Belitung terbilang tinggi. Setiap bulan, PMI harus menyediakan 350 hingga 400 kantong darah untuk memenuhi permintaan rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Hastari mengapresiasi para pendonor yang selama ini menyumbangkan darahnya secara sukarela. "Para pendonor benar-benar membantu atas dasar kemanusiaan tanpa pernah tahu darah tersebut akan digunakan untuk siapa. Keikhlasan seperti inilah yang sangat luar biasa dan kepedulian mereka yang telah menyelamatkan banyak nyawa," katanya.
Relawan Laskar Siaga menjadi tulang punggung program ini. Mereka tidak hanya bertugas sebagai pendonor, tetapi juga menjadi kader yang mengedukasi warga tentang pentingnya donor darah dan menjaga ketersediaan stok di desa masing-masing.
Ke depan, PMI Belitung menargetkan seluruh desa di Belitung memiliki pendonor aktif. Dengan demikian, tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan darah saat darurat hanya karena lokasi yang jauh dari kota.