BANGKA TENGAH — Pantai Menuang di Desa Baskara Bhakti, Kecamatan Namang, menjadi lokasi utama peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) menggelar aksi penanaman massal 3.300 bibit mangrove yang dipimpin langsung Gubernur Hidayat Arsani. Kegiatan ini berkolaborasi dengan ajang Festival Menuang yang berlangsung di kawasan yang sama.
Penanaman ini dikoordinasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Babel. Ribuan bibit mangrove ditanam di sepanjang pesisir Pantai Menuang untuk merehabilitasi kawasan pesisir sekaligus mencegah abrasi yang kian mengancam garis pantai di Bangka Tengah. Langkah ini selaras dengan visi pembangunan daerah “Babel Berdaya 2029” yang menargetkan daerah berdaya saing, berbudaya, mandiri, dan sejahtera secara berkelanjutan.
Dalam arahannya, Gubernur Hidayat Arsani menekankan bahwa penanaman mangrove bukan agenda seremonial tahunan. Ia menyebut peringatan Hari Mangrove Sedunia sebagai momentum untuk menggerakkan aksi ekologis berdampak jangka panjang.
“Peringatan Hari Mangrove Sedunia bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum bagi kita semua untuk melakukan aksi nyata. Hari ini, kita menanam 3.300 bibit mangrove di Pantai Menuang sebagai langkah konkret menjaga garis pantai dari abrasi, menekan emisi karbon, serta melestarikan biota laut. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat dan melestarikan bentang pesisir ini demi kebaikan anak cucu kita di masa depan,” tegas Gubernur Hidayat Arsani.
Pemprov Babel menargetkan penanaman mangrove di Pantai Menuang sebagai bagian dari rehabilitasi kawasan pesisir yang lebih luas. Mangrove berfungsi menahan abrasi, menyerap karbon, serta menjadi habitat biota laut. Gubernur menyebut aksi ini adalah wujud nyata misi Pemprov Babel dalam meningkatkan daya saing perekonomian daerah secara berkelanjutan. Festival Menuang yang digelar bersamaan diharapkan menjadi daya tarik wisata sekaligus edukasi lingkungan bagi masyarakat.