PANGKALPINANG — Bimbingan teknis (bimtek) itu menghadirkan langsung Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya dan Komite BPH Migas Bambang Hermanto. Tak hanya jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, peserta yang hadir juga berasal dari kalangan petani dan nelayan setempat.
Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan pemahaman soal prosedur pelayanan BBM subsidi menggunakan surat rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku. Materi ini menjadi krusial karena seringkali petani dan nelayan kesulitan mengakses BBM bersubsidi akibat belum paham persyaratan administratif.
Selain itu, BPH Migas juga mensosialisasikan aplikasi XStar. Aplikasi ini merupakan salah satu instrumen pengendalian penyaluran BBM subsidi bagi konsumen pengguna tertentu. Dengan XStar, diharapkan distribusi BBM bisa lebih terpantau dan tidak bocor ke pihak yang tidak berhak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara BPH Migas, Komisi XII DPR RI, Pertamina Patra Niaga, dan pemerintah daerah. Tujuannya memperkuat tata kelola penyaluran BBM subsidi agar semakin transparan dan akuntabel.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Sebab, penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran menjadi salah satu prioritas utama di daerah kepulauan seperti Bangka Belitung, di mana nelayan sangat bergantung pada pasokan solar untuk melaut.
Lewat bimtek ini, petani dan nelayan tak hanya mendapat teori. Mereka juga diajak praktik memahami alur pengajuan surat rekomendasi hingga penggunaan aplikasi XStar. Hal ini diharapkan bisa memangkas kebingungan di lapangan yang kerap menghambat akses mereka terhadap BBM murah.
Dengan pemahaman yang lebih baik, penyaluran BBM subsidi di Bangka Belitung diharapkan semakin transparan, akuntabel, dan benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.