TOBOALI — Ancaman kekeringan di tengah musim kemarau menjadi perhatian serius jajaran partai. Riza Herdavid menegaskan bahwa kehadiran kader di lapangan bukan sekadar seremonial, tetapi harus mampu menjawab persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.
Instruksi tersebut mengacu pada arahan langsung dari DPP dan DPD PDI Perjuangan agar setiap kader hadir di tengah warga dan selaras dengan kebutuhan rakyat. "Tugas utamanya adalah menyelesaikan 'PR' yang disampaikan langsung oleh warga," ujar Riza kepada awak media.
Riza menyoroti sejumlah wilayah di Bangka Selatan yang mulai merasakan dampak musim kemarau. Ketersediaan air bersih menjadi isu paling krusial yang harus segera direspons oleh pengurus ranting di tingkat desa dan kelurahan.
Para kader diminta tidak menunggu laporan resmi masuk ke kantor partai atau pemerintah daerah. Deteksi dini dan gerak cepat di lapangan dinilai lebih efektif untuk mencegah meluasnya dampak kekeringan.
Pelantikan serentak ini menjadi momentum penguatan struktur partai hingga level paling bawah. Dengan terbentuknya pengurus ranting, diharapkan jalur komunikasi antara warga dan partai semakin pendek.
Struktur yang solid ini pula yang akan menjadi garda terdepan dalam menyalurkan bantuan dan memastikan program pemerintah daerah tepat sasaran. "Arahan dari pimpinan sudah sangat jelas, bagaimana kami selaku kader PDI Perjuangan bisa selaras dan sejalan dengan masyarakat untuk terus membantu mereka," kata Riza.
Semangat gotong royong dinilai sebagai modal sosial utama dalam menghadapi bencana kekeringan. Riza mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu, tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah atau partai.
Kader partai diharapkan menjadi inisiator di lingkungan masing-masing, menggerakkan warga untuk melakukan normalisasi sumber air atau berbagi pasokan air bersih ke titik-titik yang paling membutuhkan. Respons cepat dan kebersamaan ini menjadi kunci agar dampak musim kemarau dapat diminimalisir.