Ekspor Timah Bangka Belitung Juni 2026 Naik 22,06 Persen Jadi 167,61 Juta Dolar AS, BPS Sebut Tata Kelola Tambang Membaik

Penulis: Yasir  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:09:01 WIB
Kegiatan bongkar muat bijih timah di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, menyusul tercatatnya nilai ekspor timah Bangka Belitung pada Juni 2026 sebesar 167,61 juta dolar AS.

PANGKALPINANG — Perbaikan tata kelola penambangan bijih timah di Kepulauan Bangka Belitung mulai menuai hasil positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai ekspor komoditas timah pada Juni 2026 melesat menjadi 167,61 juta dolar AS, atau meningkat signifikan dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang sebesar 129,48 juta dolar AS.

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, mengungkapkan bahwa perbaikan tata kelola ini berdampak langsung pada produk yang dihasilkan. "Tata Kelola penambangan timah sudah semakin baik, sehingga berdampak terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas produk timah ini," ujarnya di Pangkalpinang, Selasa.

Lonjakan 22,06 Persen Dibanding Tahun Lalu

Kinerja ekspor timah Babel pada Juni 2026 ini juga jauh lebih gemilang jika dibandingkan dengan Juni 2025. Secara tahunan (year-on-year/yoy), nilai ekspor tumbuh 22,06 persen dari sebelumnya yang tercatat sebesar 137,32 juta dolar AS.

Meskipun kondisi geopolitik dan ekonomi global sedang tidak menentu, Sugeng memastikan pengiriman timah ke berbagai negara tujuan tidak mengalami hambatan. "Ekspor timah ke berbagai negara tujuan tidak ada masalah dan berjalan lancar, meski kondisi geopolitik dan ekonomi global yang tidak menentu," katanya.

Kontraksi di Sektor Nontimah

Berbeda dengan kinerja timah yang moncer, ekspor komoditas nontimah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung justru mengalami penurunan. Pada Juni 2026, nilai ekspor nontimah tercatat sebesar 20,91 juta dolar AS, terkontraksi 28,68 persen dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 29,32 juta dolar AS.

Meski demikian, kontribusi timah yang dominan membuat neraca ekspor provinsi penghasil tambang terbesar di Indonesia ini tetap berada di zona positif.

Tiongkok Kuasai Pangsa Pasar, Ini 5 Negara Tujuan Utama

Dari sisi pasar, Asia masih menjadi tujuan utama pengiriman timah asal Bangka Belitung. Tiongkok mendominasi dengan porsi 45,34 persen dari total ekspor timah sepanjang Januari hingga Juni 2026, dengan nilai mencapai 391,41 juta dolar AS. Pada Juni 2026 saja, pengiriman ke Negeri Tirai Bambu ini bernilai 89,83 juta dolar AS.

Selain Tiongkok, negara tujuan ekspor lainnya yang tercatat oleh BPS adalah:

  • Korea Selatan dengan pangsa pasar sebesar 13,33 persen.
  • India yang menyerap 10,06 persen ekspor timah Babel.
  • Singapura dan Jepang yang menempati urutan berikutnya.

Kelima negara ini berkontribusi sebesar 79,83 persen terhadap total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia. Adapun total nilai ekspor ke lima negara tujuan utama tersebut pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 689,11 juta dolar AS.

Reporter: Yasir
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top