IHSG Dibuka Menguat 0,17% ke 6.330, CGS Sebut Sentimen Wall Street dan Komoditas Jadi Pendorong

Penulis: Ragil  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:28:01 WIB
IHSG dibuka menguat 0,17% ke level 6.330 pada perdagangan pagi ini.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 319 saham tercatat menguat, sementara 82 saham terkoreksi dan 238 saham stagnan pada pembukaan perdagangan. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 52 ribu kali dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 559,04 juta lembar saham.

Sebelumnya, indeks acuan bursa saham nasional ini ditutup pada level 6.319,61 pada sesi sebelumnya. Penguatan pagi ini melanjutkan momentum positif yang sempat terbentuk di penghujung perdagangan kemarin.

Sentimen Penggerak IHSG: Wall Street, Asing, dan Harga Komoditas

Analis CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Proyeksi ini didasari oleh beberapa faktor eksternal yang mendukung risiko aset emerging market.

"IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 6.190-6.255 dan resistance 6.385-6.450," tulis analis CGS dalam risetnya yang dirilis di Jakarta, Rabu (5/8).

Setidaknya ada tiga katalis yang disebutkan dalam riset tersebut. Pertama, penguatan indeks di bursa Wall Street yang menjadi acuan sentimen global. Kedua, aksi beli investor asing yang mulai masuk ke pasar saham domestik. Ketiga, kenaikan harga komoditas mineral logam yang berdampak positif pada emiten sektor pertambangan.

Rekomendasi Enam Saham dari CGS International Sekuritas

Menyikapi potensi penguatan tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk diperdagangkan hari ini. Rekomendasi ini mencakup emiten dari sektor energi, pertambangan, dan perbankan.

Berikut daftar lengkap saham yang direkomendasikan oleh CGS International Sekuritas Indonesia:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) — sektor energi
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) — sektor pertambangan mineral
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) — sektor perbankan
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) — sektor perbankan
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) — sektor perbankan
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) — sektor perbankan

Dari daftar tersebut, saham perbankan mendominasi dengan empat dari enam emiten yang direkomendasikan. Hal ini mengindikasikan ekspektasi positif terhadap kinerja sektor keuangan di tengah kondisi suku bunga yang masih menarik bagi investor.

Sementara itu, dua saham dari sektor energi dan pertambangan diharapkan dapat memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas global. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan harga di level support dan resistance yang telah disebutkan sebelum mengambil keputusan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Ragil
Sumber: infobanknews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top