Pengeluaran Per Kapita Warga Bangka Selatan Anjlok 13,7 Persen pada 2024, Terburuk dalam 7 Tahun Terakhir

Penulis: Ragil  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:22:01 WIB
Penurunan pengeluaran per kapita warga Bangka Selatan tercatat menjadi yang terendah dalam tujuh tahun terakhir.

BANGKA SELATAN — Data terbaru BPS mengonfirmasi bahwa daya beli masyarakat untuk kebutuhan aneka barang dan jasa di Kabupaten Bangka Selatan mengalami kontraksi paling tajam dalam tujuh tahun terakhir. Nilai pengeluaran yang tercatat pada 2024 sebesar Rp 228.145 per kapita per bulan itu bahkan lebih rendah dari rata-rata tiga tahun terakhir yang mencapai Rp 240.294.

Angka tersebut hanya menyumbang 14,8 persen dari total pengeluaran keseluruhan masyarakat di wilayah itu. Adapun porsi terhadap pengeluaran bukan makanan mencapai 35,8 persen.

Rokok hingga Sabun Mandi Dominasi Belanja Warga

Meski secara nominal turun, komposisi belanja warga Bangka Selatan masih didominasi kebutuhan harian. BPS mencatat tiga pos terbesar dalam kategori ini adalah sabun mandi, makanan jadi, serta rokok dan tembakau. Artinya, penurunan pengeluaran terjadi hampir merata di semua lini kebutuhan, termasuk barang-barang konsumsi rutin.

Sepanjang periode 2018–2024, pergerakan pengeluaran di kabupaten ini memang tak pernah stabil. Setelah melonjak 17,8 persen pada 2019, angka ini sempat turun tipis pada 2020, lalu hanya tumbuh 1 persen pada 2021. Puncaknya terjadi pada 2023 sebelum akhirnya jeblok pada tahun berikutnya.

Urutan Ketujuh Se-Provinsi, Jauh di Bawah Pangkal Pinang

Di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, posisi Bangka Selatan masih tertahan di urutan ketujuh untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa. Peringkat ini tidak berubah dari tahun sebelumnya.

Kota Pangkal Pinang memimpin dengan nilai pengeluaran Rp 520.400, disusul Kabupaten Belitung Timur Rp 378.883, Kabupaten Belitung Rp 315.138, Kabupaten Bangka Rp 303.175, dan Kabupaten Bangka Tengah Rp 288.229. Selisih antara Pangkal Pinang dan Bangka Selatan mencapai hampir Rp 300.000 per kapita per bulan untuk kategori ini saja.

Pengeluaran Makanan Terendah Se-Provinsi

Kondisi serupa juga terjadi pada pengeluaran makanan. Bangka Selatan tetap menempati urutan terendah se-provinsi meski mencatat kenaikan 5 persen pada 2024, dengan nilai Rp 902.267 per kapita per bulan. Angka ini setara 61 persen dari total pengeluaran keseluruhan masyarakat setempat.

Ketimpangan dengan wilayah lain sangat terlihat. Total pengeluaran per kapita per bulan di Kota Pangkal Pinang mencapai Rp 2.501.340 pada 2024, sementara Bangka Selatan tertinggal hampir satu juta rupiah di bawahnya.

Bagaimana Kabupaten Lain di Babel?

Belitung Timur berada di urutan kedua seluruh indikator pengeluaran dengan total Rp 2.135.820 per kapita per bulan, tumbuh 2,4 persen. Kenaikan pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 5,4 persen, namun belanja non-makanan justru turun tipis 0,3 persen.

Kabupaten Bangka menempati urutan keempat dengan total pengeluaran Rp 1.825.982 per kapita per bulan, atau turun 0,2 persen. Penurunan pada kategori bukan makanan menjadi pemicu utama meski pengeluaran makanan masih naik 1 persen.

Adapun Kabupaten Bangka Barat bertengger di urutan kelima untuk seluruh indikator pengeluaran masyarakat se-provinsi, menurut catatan BPS.

Reporter: Ragil
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top