Prabowo Beri Nilai 88 untuk Bahlil karena Harga Pertalite dan Solar Bersubsidi Tak Naik di Tengah Gejolak Minyak Dunia

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:13:01 WIB
Presiden Prabowo memberikan nilai 88 atas kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menjaga harga Pertalite dan Solar bersubsidi tidak naik.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta, Jumat (7/8). Kepala Negara menilai keputusan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar bersubsidi merupakan hasil pengelolaan energi yang baik oleh Kementerian ESDM bersama Pertamina.

"Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih kita tidak naikkan. Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang," ujar Prabowo dalam sambutannya.

Angka 88 untuk Manusia, 100 Hanya untuk Tuhan

Prabowo mengaku terus memantau kinerja Bahlil sejak dilantik sebagai Menteri ESDM. Hasil pengamatannya selama ini berujung pada satu kesimpulan: rapor menteri asal Papua tersebut memuaskan.

"Teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Ambil manfaat dari apa yang sudah kau pelajari. Saya terus menilai pekerjaan beliau dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor memuaskan," kata Prabowo.

Ketika dikonversi ke angka, nilai tersebut setara dengan 88-89. Prabowo menegaskan angka itu sudah sangat besar, sebab nilai 100 menurutnya hanya pantas diberikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Setengah Periode Pemerintahan: Masih Ada Ruang Perbaikan

Meski memberi pujian, Prabowo mengingatkan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya baru berjalan setengah periode. Ia menilai masih ada waktu bagi jajaran kabinet untuk terus mengoreksi kekurangan dan meningkatkan kinerja masing-masing.

"Jadi masih ada waktu untuk memperbaiki, untuk yang lain-lain masih ada waktu memperbaiki nilai," ucapnya.

Pernyataan ini muncul di tengah tekanan global terhadap harga energi. Konflik geopolitik yang berlarut-larut telah membuat harga minyak mentah dunia bergejolak, memaksa sejumlah negara menyesuaikan harga jual bahan bakar domestiknya. Indonesia memilih jalur berbeda dengan tetap mempertahankan harga Pertalite dan Solar bersubsidi demi menjaga daya beli masyarakat.

Reporter: Sutomo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top