Karhutla di Bangka Tengah Capai 118 Hektare, 51 Kejadian Terjadi Sepanjang Juli-Agustus 2026

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:53:32 WIB
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di lahan yang terbakar di kawasan rawan karhutla di Bangka Tengah.

KOBA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah mencatat luas lahan terdampak karhutla sepanjang 2026 mencapai 118 hektare. Angka ini merupakan akumulasi dari seluruh kejadian yang ditangani BPBD dan pemadam kebakaran hingga 8 Agustus 2026.

"Total keseluruhan luas terdampak kurang lebih 118 hektare," kata Kepala BPBD Bangka Tengah Yudi Shabara saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Sabtu (8/8).

Lonjakan Kejadian di Ruas Jalan Koba-Kurau

Fenomena karhutla mengalami eskalasi signifikan dalam dua bulan terakhir. Yudi menyebutkan, sejak Juli hingga 8 Agustus 2026, tercatat 51 kejadian kebakaran lahan di wilayahnya.

Dari jumlah tersebut, kawasan sepanjang ruas jalan Koba hingga Kurau menjadi titik rawan dengan 11 kejadian karhutla dalam periode yang sama. Kondisi ini menunjukkan sejumlah wilayah masih rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau.

Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan Sembarangan

Menghadapi situasi ini, BPBD Bangka Tengah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Yudi menegaskan larangan tegas untuk membakar lahan secara sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran meluas.

Warga yang menemukan titik api diminta segera melaporkan ke petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Selain itu, kebiasaan membuang puntung rokok atau benda yang masih memiliki bara api di kawasan vegetasi kering juga menjadi perhatian serius.

"Kita juga imbau masyarakat membersihkan material yang mudah terbakar di sekitar lingkungan dan memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan untuk mencegah kebakaran meluas," ujar Yudi.

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan Warga

BPBD setempat menekankan pentingnya langkah preventif sederhana di lingkungan masing-masing. Membersihkan ranting kering, dedaunan, dan material mudah terbakar lainnya dari pekarangan menjadi langkah awal yang efektif.

Masyarakat juga diingatkan untuk selalu memastikan api benar-benar padam setelah membakar sampah atau melakukan aktivitas lain yang melibatkan api. Pengawasan ketat diperlukan terutama di area yang berbatasan langsung dengan lahan kosong atau semak belukar.

Karhutla di Bangka Tengah menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. BPBD terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menekan angka kejadian di sisa tahun 2026.

Reporter: Ragil
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top