PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan infrastruktur baru bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Rumah produksi bersama yang berlokasi di Kelurahan Tua Tunu itu tidak sekadar menjadi tempat pengolahan, melainkan juga pusat standardisasi kualitas produk.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menyebutkan fasilitas ini telah dilengkapi peralatan produksi modern serta dukungan bahan baku. Standardisasi pengolahan menjadi fokus utama agar produk yang dihasilkan seluruh UMKM memiliki mutu yang seragam.
Pengelolaan rumah produksi bersama ini tidak diserahkan secara asal-asalan. Saparudin memastikan akan ada tiga manajer beserta asisten manajer yang membidangi produksi, pemasaran, dan pembinaan sumber daya manusia (SDM).
"Paling tidak di rumah produksi ini memiliki tiga manajer dan asisten manajer bidang produksi, pemasaran dan pembinaan SDM, sehingga manajemen rumah produksi ini selalu terjaga dengan baik untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas dan bersaing di pasar dalam negeri dan luar negeri," ujar Saparudin di Pangkalpinang, Rabu.
Skema ini melibatkan kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Ketenagakerjaan bertugas melatih SDM, sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membina pemasaran produk. Kolaborasi ini diharapkan membuat pengelolaan fasilitas berjalan profesional.
Keberadaan rumah produksi ini juga menjadi alat bagi pemerintah kota untuk memetakan kebutuhan pasar. Jika permintaan mencapai dua ton sementara kapasitas produksi baru satu ton, pemerintah akan merespons dengan menambah kapasitas.
"Kalau kita terus membangun rumah produksi tetapi tidak ada pembelinya tentu program ini akan menjadi sia-sia," kata Saparudin. Ia menegaskan langkah selanjutnya adalah mencari pembeli produk UMKM begitu fasilitas ini beroperasi.
Dengan ekosistem yang terbangun, produk UMKM Pangkalpinang diharapkan memiliki standar yang sama, baik nasional maupun internasional. Pemerintah kota juga akan berupaya menghubungkan produk lokal dengan pembeli potensial agar rantai distribusi langsung tersambung.