KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Nama Joko Purnomo mendadak menjadi perhatian publik setelah disebut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan para anggota majelis. Petani asal Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, itu dipresentasikan sebagai representasi nyata petani Indonesia yang merasakan dampak positif kebijakan pemerintah di sektor pangan.
"Saudara-saudara, hari ini hadir di tengah-tengah kita, kita mengundang saudara Joko Purnomo," ujar Presiden Prabowo dari atas mimbar pidato di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Kepala Negara menjelaskan dedikasi Joko selama dua puluh tahun menggeluti dunia pertanian. Ketekunan itu disebut membuahkan hasil signifikan setelah pemerintah menggencarkan program alih teknologi dan penyediaan pupuk bersubsidi.
"Pak Joko telah 20 tahun bertani, dengan alih teknologi dan pupuk yang telah disediakan pemerintah. Dia sekarang mampu panen tiga kali setahun," terang Prabowo.
Kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen menjadi faktor kunci lain yang mendongkrak performa para petani di daerah. Efisiensi biaya operasional ini dinilai berbanding lurus dengan peningkatan hasil panen yang semula jauh di bawah angka saat ini.
Setelah memaparkan capaian produktivitas yang menyentuh angka sembilan ton per hektare, Presiden meminta Joko berdiri untuk menerima penghormatan dari seluruh tamu undangan. Ruang sidang pun riuh dengan tepuk tangan yang dipimpin langsung oleh Presiden.
"Mana Pak Joko, kita tepuk tangan untuk Pak Joko. Sebagai wakil dari para petani Indonesia, para pahlawan bangsa, produsen pangan bagi seluruh rakyat Indonesia," puji Prabowo.
Momen ini sengaja dihadirkan di tengah agenda kenegaraan tahunan, bukan sekadar seremoni. Prabowo ingin menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa yang kerap terlupakan dibandingkan isu pertahanan militer atau kemajuan teknologi.
Menutup pengenalannya, Presiden menyampaikan pernyataan tegas yang menyentak alam bawah sadar publik. Ia menggarisbawahi bahwa tanpa kecukupan pangan, seluruh elemen kebanggaan nasional menjadi tidak bermakna.
"Kita boleh punya tentara yang paling hebat, boleh punya pesawat terbang yang canggih. Kalau tidak ada makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa," tegas Prabowo.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kritik yang kerap dialamatkan ke pemerintah mengenai fokus anggaran yang dianggap terlalu berat ke sektor pertahanan. Dengan mengangkat sosok Joko Purnomo ke panggung tertinggi kenegaraan, Prabowo mencoba menunjukkan bahwa sektor riil pertanian tetap menjadi prioritas strategis pemerintahannya.
Pengakuan langsung dari kepala negara ini diharapkan mampu mendorong semangat petani lain di berbagai daerah untuk mengadopsi teknologi serupa. Dukungan lanjutan berupa akses pupuk murah dan pendampingan teknis diperkirakan akan menjadi perhatian utama Kementerian Pertanian dalam waktu dekat.