KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Turnamen berlangsung di New Delhi, India, dan menjadi ajang evaluasi besar bagi pasangan Indonesia. Bimo/Arlya kalah dengan skor 13-21 dan 16-21 dari Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara, sebuah hasil yang membuat mereka harus segera berbenah sebelum memasuki rangkaian turnamen berikutnya.
Bimo mengakui bahwa pola permainan mereka sebenarnya mampu mengimbangi permainan cepat khas Jepang. Namun, masalah terbesar justru datang dari dalam diri sendiri.
"Sepanjang pertandingan fokus kami masih naik turun. Ketika sudah unggul atau berada dalam situasi poin ketat, konsentrasi kami beberapa kali hilang," ungkap Bimo.
Ia menambahkan bahwa kestabilan pikiran menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. "Dari sisi pola permainan, kami merasa masih mampu mengimbangi mereka. Namun, kami perlu lebih konsisten dalam menjaga pikiran dan mental selama pertandingan," kata Bimo.
Arlya tidak hanya menyoroti aspek mental, tetapi juga kesiapan fisik yang dinilai belum optimal. Menurutnya, turnamen sedunia ini memberikan banyak pelajaran berharga, terutama dalam menghadapi tekanan di poin-poin kritis.
"Kami mendapat banyak pelajaran, terutama tentang menjaga fokus, menghadapi poin-poin kritis, dan mempertahankan keunggulan," ungkap Arlya.
Yang menarik, Arlya secara spesifik menyebut kekuatan tangan sebagai aspek fisik yang perlu ditingkatkan. "Kami juga perlu menambah kekuatan tangan agar permainan kami bisa lebih baik ke depan," kata Arlya. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka kesulitan dalam duel-drive cepat dan pukulan-pukulan keras dari lawan.
Sebelum tersingkir, Bimo/Arlya sempat melewati babak pertama dengan dramatis. Mereka mengalahkan pasangan Prancis Julien Maio/Lea Palermo lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-12, 13-21, dan 22-20.
Kemenangan tipis di gim penentu itu menunjukkan bahwa mentalitas mereka sebenarnya cukup kuat untuk keluar dari tekanan. Namun, konsistensi untuk tampil di level tinggi sepanjang turnamen masih menjadi momok.
Hasil di Kejuaraan Dunia BWF 2026 ini menjadi bahan bakar untuk latihan intensif. Fokus utama mereka ke depan adalah menjaga konsentrasi penuh selama pertandingan, memperkuat mental saat tertinggal atau dikejar, serta menambah porsi latihan fisik untuk kekuatan lengan agar pukulan lebih tajam dan stabil.