Komisi X DPR Minta 4 Provinsi Terdampak Karhutla Siapkan PJJ Agar Kegiatan Belajar Tak Putus

Penulis: Saiful  •  Rabu, 02 September 2026 | 22:21:31 WIB
Komisi X DPR meminta empat provinsi terdampak karhutla menyiapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar kegiatan belajar tidak terputus.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Usulan itu disampaikan Lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (2/9/2026). Ia menegaskan, kontinuitas proses belajar mengajar tidak boleh terhenti, tetapi kesehatan para pendidik dan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan mekanisme pembelajaran.

"Ya tentu kami juga sudah menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat yang terdampak Karhutla ini agar pertama pendidikan kita tidak terhenti. Apakah nanti mekanismenya melalui pembelajaran jarak jauh atau seperti apa, ya tentu sudah kami sampaikan," kata Lalu.

Urgensi PJJ di Tengah Kualitas Udara yang Memburuk

Politisi itu menjelaskan, keputusan untuk beralih ke PJJ atau tetap menggelar tatap muka diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing. Penilaian harus dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan, terutama terkait indeks standar pencemaran udara (ISPU) di sekitar lingkungan sekolah.

"Yang menjadi prioritas adalah kesehatan para peserta didik, siswa-siswi kita, maupun guru-guru kita yang ada di situ. Kesehatan menjadi faktor yang sangat penting sekali, di samping kita juga harus tetap memperhatikan dan menjamin proses belajar mengajar tidak terhenti oleh karena Karhutla tersebut," jelasnya.

Koordinasi dengan Mendikdasmen dan Langkah Tindak Lanjut

Komisi X DPR tidak berhenti pada imbauan semata. Lalu mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen). Kementerian disebut tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota untuk merumuskan langkah konkret penanganan dampak karhutla terhadap sektor pendidikan.

"Kemarin kami sudah membahas dengan Mendikdasmen, dan Mendikdasmen hari ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota mengambil langkah-langkah agar proses belajar mengajar tidak terhenti," ujar Lalu.

3.000 Sekolah Rusak dan Fokus Revitalisasi di NTT

Dalam kesempatan yang sama, Lalu juga memaparkan perkembangan penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Data terbaru menyebutkan, sekitar 3.000 sekolah terdampak dan telah diklasifikasi berdasarkan tingkat kerusakan.

"Update terakhir dengan sekitar 3.000 sekolah yang terdampak, diklasifikasi menjadi rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Kami menyampaikan agar yang rusak berat segera direvitalisasi dan dibangun kembali," jelasnya.

Ia meminta agar perbaikan tidak hanya difokuskan pada bangunan dengan kategori rusak berat. Sekolah dengan kerusakan ringan dan sedang juga harus segera ditangani agar aktivitas belajar mengajar di NTT tidak terganggu.

Selain perbaikan fisik sarana pendidikan, Lalu menyoroti perlunya pendampingan psikologis. Trauma healing bagi siswa yang menjadi korban gempa dinilai krusial untuk memulihkan kondisi mental mereka sebelum kembali mengikuti pembelajaran secara normal.

Reporter: Saiful
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top