KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Usulan itu disampaikan Lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (2/9/2026). Ia menegaskan, kontinuitas proses belajar mengajar tidak boleh terhenti, tetapi kesehatan para pendidik dan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan mekanisme pembelajaran.
"Ya tentu kami juga sudah menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat yang terdampak Karhutla ini agar pertama pendidikan kita tidak terhenti. Apakah nanti mekanismenya melalui pembelajaran jarak jauh atau seperti apa, ya tentu sudah kami sampaikan," kata Lalu.
"Yang menjadi prioritas adalah kesehatan para peserta didik, siswa-siswi kita, maupun guru-guru kita yang ada di situ. Kesehatan menjadi faktor yang sangat penting sekali, di samping kita juga harus tetap memperhatikan dan menjamin proses belajar mengajar tidak terhenti oleh karena Karhutla tersebut," jelasnya.
"Kemarin kami sudah membahas dengan Mendikdasmen, dan Mendikdasmen hari ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota mengambil langkah-langkah agar proses belajar mengajar tidak terhenti," ujar Lalu.
"Update terakhir dengan sekitar 3.000 sekolah yang terdampak, diklasifikasi menjadi rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Kami menyampaikan agar yang rusak berat segera direvitalisasi dan dibangun kembali," jelasnya.
Ia meminta agar perbaikan tidak hanya difokuskan pada bangunan dengan kategori rusak berat. Sekolah dengan kerusakan ringan dan sedang juga harus segera ditangani agar aktivitas belajar mengajar di NTT tidak terganggu.
Selain perbaikan fisik sarana pendidikan, Lalu menyoroti perlunya pendampingan psikologis. Trauma healing bagi siswa yang menjadi korban gempa dinilai krusial untuk memulihkan kondisi mental mereka sebelum kembali mengikuti pembelajaran secara normal.