KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Batam mencatat keunikan tersendiri dalam peta penjualan Daihatsu Indonesia. Alih-alih Sigra atau Ayla yang selama ini jadi andalan nasional, warga kota ini justru lebih banyak memilih Rocky. Purnama YP, Kepala Cabang AI-DSO Batam, mengungkapkan kontribusi model SUV kompak itu mencapai 33% terhadap total penjualan Daihatsu di Batam sepanjang 2026.
“Agak unik, untuk Daihatsu yang terlaris saat ini Rocky. Itu kontribusi dari penjualan mobil di Batam, semua tipe kita, sekitar 33%,” kata Purnama saat gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam 2026 di Mega Mall Batam Centre.
Angka tersebut jauh di atas porsi penjualan Rocky di pasar nasional yang biasanya kalah jauh dari Sigra dan Ayla. Di Batam justru terjadi kebalikannya, dan penjualannya pun konsisten. Sepanjang tahun ini, rata-rata 50 unit Rocky terkirim ke konsumen Batam setiap bulan. Menurut Purnama, bulan lalu Daihatsu mulai memasukkan Rocky e-Smart Hybrid ke Batam untuk memperluas pilihan pembeli.
Dorongan utama pasar Batam ternyata bukan sekadar tren. Purnama menjelaskan bahwa karakter Rocky sebagai SUV compact sesuai dengan medan dan selera berkendara masyarakat Pulau Batam. “Kalau saya melihat kontur daerah Batam, kemudian mobil masuk kategori SUV compact, dari sisi kenyamanan, hari ini Rocky memang lebih bisa diterima masyarakat Batam,” terangnya.
Logikanya masuk akal. Sigra dan Ayla dibangun di atas platform LCGC dengan ground clearance terbatas. Sementara Rocky, meski dimensinya tetap ringkas, menawarkan jarak pijak lebih tinggi dan suspensi yang dibuat untuk menghadapi permukaan jalan kurang rata yang kerap ditemui di Batam.
Perlu ditegaskan, fenomena ini adalah pengecualian, bukan aturan baru. Di banyak kota besar lain, Rocky tidak pernah sepopuler ini karena konsumen cenderung memilih LCGC yang jauh lebih murah dengan biaya perawatan rendah. Namun data Batam menunjukkan ada segmen konsumen yang rela membayar lebih demi karakter SUV ringkas, asalkan nyaman untuk aktivitas harian.
Masuknya Rocky e-Smart Hybrid di Batam menambah daya tarik. Teknologi elektrifikasi ringan ini diminati lantaran praktis—tidak butuh plug-in, cukup isi bensin seperti biasa, tapi dibantu motor listrik untuk menekan konsumsi bahan bakar. Kombinasi ini menjadi jawaban bagi konsumen yang ingin mencicipi kendaraan elektrifikasi tanpa ribet infrastruktur.
Tapi calon pembeli juga harus jeli. Kehadiran varian hybrid umumnya menaikkan harga cukup signifikan dibanding Rocky bermesin bensin konvensional. Belum lagi biaya komponen inverter dan baterai jika sudah melewati masa garansi. Sebaiknya lakukan perbandingan dulu antara kebutuhan pemakaian di dalam kota versus selisih harga yang harus dibayar.
Keberhasilan Rocky di Batam membuktikan preferensi pasar tidak seragam. Konsumen di kota dengan kontur berbukit dan kepadatan kendaraan cenderung mengutamakan sudut pandang pengemudi yang lebih tinggi ketimbang sekadar harga miring. Bahkan keberadaan Sigra-Ayla yang secara nasional laris tak menjamin hal yang sama di semua kota.
Buat Anda yang berdomisili di Batam atau daerah dengan medan serupa, Rocky adalah pilihan masuk akal jika anggaran tidak masalah dan kenyamanan harian menjadi prioritas. Namun bila domisili Anda di kota besar datar dengan kemacetan parah, utamakan varian hybrid untuk efisiensi, atau tetap pertimbangkan LCGC yang lebih murah untuk sekadar mobil kedua.
Jangan lupa manfaatkan test drive langsung di ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam bila Anda sedang berada di sana—merasakan sendiri suspensi dan posisi duduk Rocky lebih berharga ketimbang membaca klaim pabrikan.