Pencarian

Tradisi Nganggung 20 Dulang Warnai Maulid Nabi di SDN 28 Pangkalpinang, Begini Makna di Baliknya

Kamis, 03 September 2026 • 11:47:01 WIB
Tradisi Nganggung 20 Dulang Warnai Maulid Nabi di SDN 28 Pangkalpinang, Begini Makna di Baliknya
Sebanyak 20 dulang Nganggung tersusun rapi di halaman SDN 28 Pangkalpinang pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (3/9/2026).

PANGKALPINANG — Sebanyak 20 dulang Nganggung tersusun rapi di halaman SDN 28 Pangkalpinang pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Kamis (3/9/2026). Hidangan khas Bangka Belitung yang masih tertutup itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa yang mengikuti acara sejak pagi.

Kegiatan yang melibatkan siswa, guru, staf tata usaha, pengawas, hingga orang tua melalui paguyuban sekolah ini berlangsung hangat. Sebelum menyantap hidangan bersama, rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan tausiah.

Agenda Tahunan yang Masuk Rencana Kerja Sekolah

Mewakili Wali Kota Pangkalpinang dan Dinas Pendidikan, M. Saleh mengungkapkan bahwa kegiatan Nganggung Bersama merupakan agenda tahunan yang telah tertuang dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) SDN 28 Pangkalpinang. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif paguyuban dan para orang tua dalam menyukseskan acara tersebut.

“Terima kasih kepada paguyuban yang telah menyukseskan acara ini dan membantu kegiatan sekolah,” ujar Saleh di hadapan para siswa dan keluarga besar sekolah.

Empat Sifat Rasulullah yang Disampaikan ke Siswa

Di sela-sela acara, Saleh mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Momen ini, kata dia, harus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak para siswa untuk menerapkan empat sifat utama Nabi, yakni Siddiq (jujur), Amanah (bertanggung jawab), Tabligh (menyampaikan kebaikan), dan Fathonah (cerdas). “Intinya rajin belajar. Itu menjadi bekal untuk masa depan kalian,” pesannya.

Antusiasme Siswa Menanti Dulang Dibuka

Suasana sempat diwarnai candaan ketika M. Saleh melihat para siswa mulai tidak sabar menunggu hidangan dibuka. “Kalau bisa tidak lama-lama. Saya tahu anak-anak sudah tidak sabar membuka dulangnya,” ujarnya, yang langsung disambut sorak antusias para siswa.

Setelah rangkaian tausiah selesai, penantian itu berakhir. Dua puluh dulang Nganggung akhirnya dibuka dan dinikmati bersama oleh seluruh keluarga besar sekolah. Di balik tradisi makan bersama ini, tersirat semangat gotong royong serta bentuk dukungan nyata orang tua terhadap kegiatan pendidikan di sekolah.

Nilai Agama dan Budaya Lokal Berdampingan

Pagelaran Maulid Nabi di SDN 28 Pangkalpinang tahun ini menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai keagamaan, kearifan lokal, dan kebersamaan. Penampilan siswa yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan fasih turut mendapat apresiasi khusus dari M. Saleh.

Dari lantunan ayat suci hingga dulang yang dibuka bersama, peringatan ini meninggalkan pesan bahwa keteladanan Rasulullah dan budaya Nganggung dapat tumbuh berdampingan dalam diri generasi muda.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarabangka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks