Tradisi Murok Jerami di Bangka Tengah Jadi Sorotan FGD, Nilai Ketahanan Pangan dan Budaya Tani Dibahas

Penulis: Ragil  •  Senin, 21 September 2026 | 09:03:31 WIB
Peserta FGD membahas tradisi Murok Jerami di Cordela, Pangkalpinang.

PANGKALPINANG — Tradisi Murok Jerami yang selama ini diwariskan turun-temurun oleh masyarakat tani Kabupaten Bangka Tengah menjadi bahan kajian dalam sebuah forum diskusi kelompok terarah. Kegiatan itu digelar di Cordela, Pangkalpinang, dengan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan kebudayaan dan pertanian daerah.

FGD tersebut tidak sekadar membahas tradisi sebagai ritual tahunan. Peserta mendalami bagaimana praktik budaya ini menyimpan pengetahuan lokal soal hubungan manusia dengan alam, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat tani.

Apa Itu Tradisi Murok Jerami dan Mengapa Penting Dibahas?

Murok Jerami merupakan bagian dari praktik budaya masyarakat tani Bangka Tengah yang berkaitan langsung dengan aktivitas produksi pangan. Tradisi ini mengandung rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta nilai sosial yang mengikat warga kampung.

Karena itu, dokumentasi dan kajian terhadap tradisi Murok Jerami dinilai penting agar pengetahuan budaya tersebut tidak hilang ditelan zaman. Generasi berikutnya perlu memahami akar budaya pertanian yang membentuk kehidupan masyarakat Bangka Tengah.

Narasumber: Nilai Ketahanan Pangan hingga Pengetahuan Lokal

Kabid Pengembangan Budaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bangka Tengah, Arzali, hadir sebagai narasumber. Dalam diskusi, ia memaparkan berbagai aspek tradisi Murok Jerami, terutama kedudukannya sebagai pengetahuan dan praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Peserta FGD juga menelusuri bagaimana tradisi ini merepresentasikan aktivitas produksi pangan sekaligus mengandung nilai ekologis. Hubungan manusia dengan alam dan lingkungan menjadi salah satu bahasan utama.

Tantangan Pelestarian di Tengah Modernisasi Pertanian

Forum turut membahas sejumlah tantangan yang mengancam keberlanjutan budaya tani. Modernisasi pertanian, perubahan pola kehidupan, serta berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam aktivitas pertanian menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius.

Tanpa langkah pelestarian yang konkret, tradisi seperti Murok Jerami berisiko ditinggalkan. Padahal, tradisi ini menyimpan pengetahuan lokal yang relevan bagi ketahanan pangan daerah.

Harapan dari Ketua Tim Pelaksana

Ketua Tim Pelaksana, Muhammad Hijran, mengatakan bahwa FGD tersebut diharapkan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Murok Jerami, baik sebagai praktik budaya maupun sebagai bagian dari pengetahuan lokal masyarakat Bangka Tengah.

"Melalui FGD ini, kami ingin mendokumentasikan tradisi Murok Jerami sekaligus menggali lebih jauh nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi Murok Jerami, terutama kaitannya dengan ketahanan pangan, pengetahuan lokal, dan pelestarian budaya tani masyarakat," ujar Muhammad Hijran.

Hasil diskusi ini diharapkan menjadi bahan awal bagi upaya dokumentasi dan pelestarian budaya tani di Kabupaten Bangka Tengah ke depan.

Reporter: Ragil
Sumber: babelpos.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top