Sebanyak 1.568 keluarga penerima manfaat di Kecamatan Koba menerima total 141,12 ton beras bantuan pangan dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Penyaluran dilakukan sekaligus untuk kebutuhan tiga bulan, dengan setiap keluarga memperoleh 30 kilogram beras. Bantuan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang digarap pemkab bersama Perum Bulog.
KOBA — Ratusan keluarga di Kecamatan Koba mulai menerima jatah beras bantuan pangan dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah pada Kamis (19/12). Total 141,12 ton beras disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang masuk dalam daftar penerima manfaat. Setiap keluarga kebagian 30 kilogram, paket untuk tiga bulan sekaligus.
Penyaluran ini bukan sekadar seremonial. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat dipercaya mengawal langsung pendistribusian di lapangan agar beras sampai ke tangan yang berhak.
Bagaimana bentuk bantuan yang disalurkan?
Bantuan berupa beras medium dari Perum Bulog. Mekanismenya, setiap bulan keluarga penerima manfaat mendapat jatah 10 kilogram. Namun untuk penyaluran tahap ini di Koba, beras diberikan langsung untuk tiga bulan sehingga totalnya 30 kilogram per keluarga.
Mengapa penerima bantuan perlu diverifikasi ulang?
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menegaskan daftar penerima disusun berdasarkan data yang telah disesuaikan dengan desil kesejahteraan. Pendekatan ini dipakai untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tidak jatuh ke rumah tangga yang secara ekonomi sudah mampu.
“Semoga bantuan ini dapat membantu menjawab persoalan pangan keluarga yang belum mampu secara ekonomi,” kata Algafry di Koba, Kamis.
Meski data sudah disusun, Algafry mengakui masih ada laporan warga dari lapangan. Sebagian orang yang seharusnya menerima justru belum masuk daftar, sementara sebagian lainnya diduga sudah tidak layak menerima.
Apa langkah pemkab mengatasi data yang keliru?
Pemerintah kabupaten bergerak melakukan pemutakhiran data desil secara berkala. Pembaruan ini menjadi kunci agar daftar penerima mencerminkan kondisi sosial ekonomi terkini masyarakat.
“Masih ada laporan warga yang seharusnya menerima bantuan tetapi belum mendapatkannya, begitu pula sebaliknya,” ujarnya.
Algafry berharap bantuan ini mampu meringankan beban keluarga penerima manfaat sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Ia menyebut program ini merupakan wujud kehadiran pemerintah bagi warga yang membutuhkan.
Penyaluran di Koba menjadi salah satu tahapan dari program bantuan pangan yang berjalan di Bangka Tengah. Pemkab dan Bulog bekerja sama memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar hingga ke kecamatan-kecamatan lain.