BANGKA TENGAH — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak lagi sekadar mengejar kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Setelah dinilai mencukupi untuk kawasan perkotaan, prioritas kini beralih pada optimalisasi fungsi taman sebagai pusat ekonomi warga dan upaya penghijauan rutin.
Heri Guswandi, Kepala Bidang RTH DLH Bangka Tengah, menyebut bahwa ketersediaan lahan hijau di wilayah perkotaan saat ini sudah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Untuk saat ini ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di wilayah perkotaan sudah mencukupi,” katanya, Sabtu (6/6/2026).
UMKM Jadi Motor Baru di Taman Kota
Alih-alih memperluas lahan, DLH kini mengarahkan pengembangan RTH publik untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Heri menjelaskan bahwa program rutin pemeliharaan seluruh kawasan RTH juga dirancang agar taman tidak hanya menjadi paru-paru kota, tetapi juga lokasi strategis bagi pedagang kecil.
“Selain itu, pengembangan RTH publik juga diarahkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” ujar Heri dalam keterangan resminya.
DLH terus memperbaiki dan memelihara sarana prasarana di kawasan RTH agar tetap aman, nyaman, dan inklusif bagi semua kalangan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan frekuensi kunjungan masyarakat, yang secara langsung berdampak pada omzet para pedagang lokal yang berjualan di area taman.
Setiap Jumat, Pohon Baru Ditanam
Selain urusan ekonomi, DLH Bangka Tengah juga menjalankan program penghijauan secara konsisten. Setiap hari Jumat, aparatur dinas turun ke lapangan untuk menanam pohon, terutama di kawasan RTH publik. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau di Bangka Tengah.
“Kami memiliki program penanaman pohon setiap hari Jumat, terutama di kawasan Ruang Terbuka Hijau. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau di Bangka Tengah,” ungkap Heri.
Fungsi Ekologis Tetap Jadi Prioritas
Meski fokus bergeser ke aspek ekonomi, Heri menegaskan bahwa fungsi ekologis RTH tidak diabaikan. Taman dan ruang terbuka hijau tetap berfungsi sebagai paru-paru kota, ruang resapan air, serta lokasi rekreasi keluarga dan aktivitas olahraga masyarakat.
“Dengan adanya taman dan ruang terbuka hijau, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk berolahraga ringan maupun melakukan aktivitas rekreasi bersama keluarga,” jelasnya.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bagi Pemkab Bangka Tengah untuk terus menjaga keseimbangan lingkungan. Melalui berbagai program tersebut, pemerintah daerah berharap RTH dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih asri, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.