TOBOALI — Kepala Disdikbud Bangka Selatan, Anshori, menegaskan bahwa seluruh mekanisme dan jalur penerimaan telah disusun berdasarkan ketentuan yang berlaku. Tujuannya, pemerataan akses pendidikan bagi seluruh calon peserta didik di wilayah itu.
“Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan proses penerimaan murid baru yang transparan dan berkeadilan. Semua calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama sesuai jalur dan persyaratan yang telah ditetapkan,” ujar Anshori, Jumat (5/6/2026).
Jalur Pendaftaran dan Mekanisme Seleksi
Menurut Anshori, sistem penerimaan untuk SD dan SMP tahun ini dilakukan secara online untuk memudahkan orang tua dan calon siswa. Sementara itu, pendaftaran untuk jenjang TK tetap berlangsung secara offline di masing-masing satuan pendidikan.
Pemerintah kabupaten mengklaim proses seleksi akan berjalan objektif dan akuntabel. Semua jalur yang tersedia—mulai dari zonasi, afirmasi, hingga perpindahan tugas orang tua—telah diatur dalam petunjuk teknis yang bisa diakses publik.
Apa yang Berbeda dari SPMB Tahun Lalu?
Perubahan signifikan tahun ini adalah penerapan sistem daring penuh untuk jenjang SD dan SMP. Sebelumnya, proses pendaftaran di beberapa sekolah masih dilakukan secara campuran. Dengan sistem baru ini, Disdikbud berharap praktik percaloan dan pungutan liar bisa ditekan.
“Kami ingin semua warga mendapat akses yang sama, tanpa terkendala jarak atau informasi,” tambah Anshori.
Jadwal dan Sosialisasi ke Sekolah
Disdikbud Bangka Selatan akan segera menyosialisasikan jadwal dan teknis pendaftaran ke seluruh sekolah dasar dan menengah pertama di 8 kecamatan. Sosialisasi menyasar kepala sekolah, operator dapodik, serta komite sekolah agar informasi sampai ke orang tua murid.
Pemerintah daerah juga menyediakan posko pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran. Posko akan beroperasi di kantor Disdikbud dan setiap UPTD kecamatan.