Menurut Inten, generasi muda adalah pihak yang paling merasakan dampak langsung dari keberhasilan atau kegagalan pengelolaan energi saat ini. Ia menekankan bahwa transisi energi bukan lagi sekadar wacana lingkungan, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga kemandirian bangsa.
"Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kalian harus menjadi pelopor perubahan, karena masa depan transisi energi Indonesia ada di tangan kalian," tegas Inten dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (5/6).
Dari Eksportir Minyak Jadi Importir Bersih
Inten membeberkan fakta pahit yang menjadi latar belakang urgensi transisi energi. Indonesia yang dulu dikenal sebagai negara pengekspor minyak, kini justru berstatus sebagai pengimpor bersih minyak (net oil importer). Kondisi ini diperparah dengan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat setiap tahun.
Fenomena ini, kata Inten, menegaskan bahwa transisi energi adalah strategi untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Jika tidak segera berbenah, Indonesia akan terus bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.
Tiga Pilar Strategi Transisi Energi yang Disorot DEN
Dalam paparannya di hadapan mahasiswa, Inten menyoroti tiga hal utama yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, efisiensi energi di semua sektor, baik rumah tangga maupun industri. Kedua, subsidi energi yang harus tepat sasaran agar tidak dinikmati oleh pihak yang tidak berhak. Ketiga, optimalisasi potensi energi domestik yang masih belum digarap maksimal.
"Sumber daya yang selama ini terserap untuk impor dan subsidi energi harus bisa dimanfaatkan secara lebih produktif bagi perekonomian," ujarnya.
Relevansi untuk Mahasiswa Asal Bangka Belitung
Pesan DEN ini relevan bagi mahasiswa asal Bangka Belitung yang tengah menempuh pendidikan di Semarang. Provinsi kepulauan itu memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar, mulai dari tenaga surya hingga angin, yang belum dioptimalkan secara masif. Jika para mahasiswa pulang dan menerapkan ilmu yang didapat, transisi energi di daerah asal bisa berjalan lebih cepat.
Program NETIZEN sendiri dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memahami kebijakan energi nasional sekaligus mendorong lahirnya inovasi dari kampus. DEN berharap kampus-kampus di Indonesia, termasuk Undip, bisa menjadi laboratorium transisi energi yang menghasilkan solusi nyata.