Pencarian

ANTARA Kawal Narasi Astacita dalam Kinerja Pemberitaan 2026, Fokus pada Ekonomi hingga Bencana

Selasa, 09 Juni 2026 • 19:54:31 WIB
ANTARA Kawal Narasi Astacita dalam Kinerja Pemberitaan 2026, Fokus pada Ekonomi hingga Bencana
LKBN ANTARA fokus mengawal narasi Astacita dengan tema pemberitaan ekonomi dan bencana.

JAKARTA — LKBN ANTARA memetakan tiga tema besar dalam strategi pemberitaan tahun ini, semuanya merujuk pada program Astacita pemerintah. Benny Siga Butarbutar menjelaskan bahwa mandat utama kantor berita itu adalah menyajikan berita yang mendidik, memberdayakan, dan mencerdaskan masyarakat.

"Mandat yang kami terima itu adalah untuk memberikan seluruh pemberitaan kita bersifat mendidik, memberdayakan, dan mencerdaskan serta memiliki nilai-nilai nasionalisme," kata Benny.

Tema Prioritas: Ketahanan Pangan hingga Reformasi Birokrasi

Dalam paparannya, Benny merinci sejumlah isu spesifik yang akan menjadi prioritas pemberitaan. Beberapa di antaranya adalah ketahanan pangan, swasembada pangan, pengembangan koperasi desa, dan sektor energi. Selain itu, pemberitaan juga akan menyoroti reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, serta penguatan ketahanan nasional.

Pendekatan ini, menurut Benny, merupakan bentuk penyeimbangan terhadap arus informasi negatif yang masif di media sosial dan media abal-abal atau homeless media. Dengan pemberitaan yang faktual dan mendidik, ANTARA ingin menjadi rujukan utama bagi publik.

Liputan Khusus Bencana dan Perkuat Biro Luar Negeri

Pada tahun 2026, ANTARA juga telah melakukan langkah konkret dalam liputan bencana. Salah satunya dengan mengirimkan 15 jurnalis untuk meliput situasi bencana di Sumatera yang terjadi beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil untuk memastikan informasi akurat sampai ke masyarakat di tengah derasnya informasi yang belum terverifikasi.

"Nah itu untuk membangun sebuah penyeimbangan terhadap serangan terhadap pemerintah yang begitu masif di sosial media dan juga homeless media," ujarnya.

Ke depan, ANTARA berencana membuka kembali biro-biro di luar negeri. Untuk merealisasikan hal tersebut, Benny meminta dukungan dari Komisi VII DPR RI, terutama dalam hal percepatan akselerasi kas, mitigasi finansial, serta digitalisasi yang telah dimulai.

"Kami membutuhkan sebuah dukungan dalam rangka upaya melakukan akselerasi kas dan juga mitigasi finansial serta digitalisasi yang kami telah laksanakan," pungkas Benny.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks