PANGKALPINANG — Petugas puskesmas dan Dinkes Kota Pangkalpinang kini turun langsung ke titik keramaian. Bazar, pasar murah, perkantoran, sekolah, hingga posyandu disasar untuk menjaring warga yang enggan memeriksakan kesehatan secara sukarela.
Target 113.813 Warga pada 2026
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Hisar Manalu menyebutkan, dari total 247.419 jiwa penduduk, program CKG tahun 2026 membidik 113.813 orang. Namun, capaian awal masih jauh dari harapan karena masyarakat awam belum terbiasa mendatangi fasilitas kesehatan tanpa keluhan.
"Saat ini kita masih sulit menyadarkan penduduk awam untuk suka rela mendaftarkan diri atau memeriksakan kesehatannya di puskesmas-puskesmas," kata Hisar di Pangkalpinang, Jumat.
Strategi Jemput Bola: Dari Puskesmas ke Posyandu
Dinkes mengintensifkan layanan jemput bola yang melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas di setiap kecamatan. Mereka tidak hanya menunggu di balai pengobatan, tetapi juga membuka posko di tempat orang berkumpul.
"Kita berharap dengan digalakkannya strategi jemput dari puskesmas dan Dinas Kesehatan yang turun langsung ke masyarakat, instansi pemerintah, sekolah dan posyandu dapat meningkatkan capaian CKG tahun ini," ujar Hisar.
Kolaborasi dengan BUMN dan Swasta
Untuk memperluas jangkauan, Dinkes Pangkalpinang menggandeng instansi sektoral lain, perusahaan BUMN, dan swasta. Pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak hanya mengejar angka target, tetapi juga mendeteksi penyakit yang tidak dikeluhkan pasien.
"Dengan pemeriksaan ini tentunya penyakit-penyakit yang tidak dikeluhkan atau dianggap sepele bisa terdeteksi secara dini dan dapat diobati secara dini," kata Hisar.
Mengapa Warga Enggan Periksa Kesehatan?
Kendala utama yang dihadapi Dinkes adalah kebiasaan warga yang baru datang ke fasilitas kesehatan saat sudah sakit. Program CKG yang bersifat preventif kerap dianggap tidak mendesak, terutama di kalangan penduduk awam dan pekerja informal.
Dengan sistem jemput bola, petugas bisa langsung menyasar mereka di lingkungan kerja atau tempat tinggal. Sosialisasi dan promosi CKG juga digencarkan melalui puskesmas di setiap kecamatan untuk mengubah pola pikir masyarakat.