Pencarian

Festival Budaya Pantai Pasir Padi Pangkalpinang 2026 Usung Tema Toleransi, Targetkan Wisatawan Saat Liburan Sekolah

Jumat, 19 Juni 2026 • 17:47:31 WIB
Festival Budaya Pantai Pasir Padi Pangkalpinang 2026 Usung Tema Toleransi, Targetkan Wisatawan Saat Liburan Sekolah
Wali Kota Pangkalpinang membuka Festival Budaya Pantai Pasir Padi 2026 dengan tema toleransi.

PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, secara resmi membuka Festival Budaya Pantai Pasir Padi 2026 di objek wisata Pantai Pasir Padi, Jumat (19/6). Festival tiga hari ini dirancang untuk melestarikan tradisi dan kebudayaan masyarakat sekaligus mendongkrak sektor pariwisata daerah.

"Festival ini diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan lokal, nusantara dan internasional di daerah ini," kata Saparudin saat membuka rangkaian acara.

Empat Etnis Besar Tampil dalam Satu Panggung

Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menghadirkan pagelaran kebudayaan dari empat etnis besar di Indonesia. Mulai dari budaya Melayu, Tionghoa, Jawa, hingga Sumatera, semuanya tampil bergantian menghibur pengunjung yang memadati kawasan pesisir tersebut.

Pemilihan waktu penyelenggaraan juga memiliki makna khusus. Juni merupakan bulan kelahiran Pancasila, sehingga festival ini menjadi medium untuk merayakan kebhinekaan.

"Festival budaya tahun ini bertepatan Juni merupakan bulan lahirnya Pancasila, sehingga kita menghadirkan kebhinekaan, seni dan budaya masyarakat di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang ini," ujar Saparudin.

Pangkalpinang: Kota dengan Toleransi Tinggi

Wali Kota menegaskan bahwa Pangkalpinang telah lama dikenal sebagai kota toleran. Kerukunan antarumat beragama, suku, dan ras sudah terjalin sejak dulu dan terus dijaga hingga kini.

"Pangkalpinang ini adalah kota toleransi, baik toleransi antarumat beragama, suku dan ras yang tinggi di Indonesia," katanya.

Ia menambahkan bahwa semangat toleransi ini harus terus dirawat dan ditingkatkan. Festival budaya menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Dampak Ekonomi: UMKM dan Pariwisata Digerakkan Bersamaan

Selain misi pelestarian budaya, pemerintah daerah juga membidik efek berganda dari festival ini. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal ikut kebagian rezeki dengan membuka lapak di sekitar lokasi acara.

"Kami berharap festival ini tidak hanya meningkatkan toleransi antara masyarakat, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kemajuan pariwisata dan UMKM di daerah ini," kata Saparudin.

Toleransi umat beragama, budaya, dan sosial di Kota Pangkalpinang, menurutnya, sudah menjadi modal sosial yang kuat. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong kegiatan serupa untuk menjaga harmoni sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks