KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — WhatsApp mulai menggarap fitur yang mewajibkan admin channel menandai unggahan berisi konten AI. Temuan ini muncul di versi beta Android terbaru aplikasi perpesanan milik Meta tersebut, dan dikabarkan sebagai respons atas aturan transparansi konten AI yang mulai berlaku di Uni Eropa.
Mekanisme Pelabelan Konten AI di Channel WhatsApp
Berdasarkan laporan WABetaInfo, admin channel akan mendapatkan opsi baru bernama "Add AI content label" di menu konteks. Caranya, admin menekan lama pesan yang sudah dikirim, lalu memilih opsi tersebut untuk menambahkan label pada bubble chat.
Label ini akan tampak jelas bagi semua pengikut channel. Yang menarik, setelah label AI disematkan, admin tidak bisa menghapusnya lagi. Artinya, penanda ini bersifat permanen pada unggahan tersebut.
Prosesnya disebut mirip dengan mekanisme yang sudah dipakai untuk konten bersponsor atau iklan di channel.
Jenis Konten yang Wajib Ditandai dan Cakupan Wilayah
Perlu dicatat, tidak semua konten AI akan diberi label. Berdasarkan deskripsi yang muncul di layar pembuka fitur, penandaan hanya berlaku untuk media visual seperti gambar, video, atau konten lain yang dibuat maupun diedit memakai alat AI.
Konten berupa teks yang dihasilkan AI tampaknya tidak termasuk dalam kewajiban pelabelan ini. WhatsApp juga belum mengonfirmasi apakah fitur ini akan dirilis global atau hanya di negara-negara yang memiliki kewajiban hukum serupa dengan Uni Eropa.
Dampak Regulasi dan Langkah WhatsApp
Langkah ini sejalan dengan dorongan regulator global untuk menekan penyebaran deepfake dan misinformasi visual. Sejumlah platform lain seperti YouTube dan TikTok sudah lebih dulu menerapkan kewajiban serupa bagi kreator yang mengunggah konten sintetis.
Bagi pengguna Indonesia, fitur ini berpotensi hadir jika Kominfo atau regulator lokal nantinya menerapkan aturan serupa. Namun hingga artikel ini ditulis, belum ada jadwal pasti kapan fitur ini meluncur untuk publik secara luas, termasuk ketersediaan versi iOS.
Fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan baru terlihat pada build beta. Waktu rilis resmi akan sangat bergantung pada kesiapan WhatsApp menyesuaikan fitur ini dengan peraturan di masing-masing wilayah.