KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya diisi dengan upacara dan perlombaan. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memilih momen tersebut untuk hadir lebih dekat dengan pelanggan dan komunitas yang membutuhkan. Rangkaian acara dimulai dengan konvoi fun riding yang diikuti jajaran manajemen, Hiswana Migas DPC I Makassar, serta perwira Pertamina, sebelum singgah di SPBU 74.902.32 Racing, Kota Makassar.
Paket Sembako Rp 100 Ribu, Hasilnya untuk Korban Gempa NTT
Di SPBU tersebut, manajemen tidak hanya memantau pelayanan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga yang antre membeli paket sembako melalui program MyPertamina Tebus Murah. Masyarakat bisa membawa pulang paket senilai Rp 150 ribu cukup dengan menebus Rp 100 ribu. Skema ini meringankan beban belanja harian di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Yang menarik, seluruh pendapatan dari program tebus murah ini tidak dinikmati perusahaan. Dana tersebut akan disalurkan secara penuh untuk membantu korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini menjadi bukti bahwa transaksi konsumen di SPBU bisa berdampak sosial langsung bagi wilayah lain yang sedang tertimpa musibah.
Kunjungan ke LKSA Al Iman: Bukan Sekadar Seremonial
Setelah sesi di Makassar, rombongan bergerak menuju Kabupaten Maros. Di LKSA Al Iman, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyerahkan bantuan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan harian anak-anak asuh dan pengelola panti. Perwakilan pengurus LKSA Al Iman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, menilai dukungan ini sangat berarti bagi keberlangsungan operasional panti.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak yang ada di sini," ujar perwakilan pengurus LKSA Al Iman Maros.
Makna Kemerdekaan Menurut Pertamina
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak sekadar dirayakan, melainkan dimaknai dengan aksi nyata. Menurutnya, kehadiran perusahaan di tengah masyarakat adalah bentuk kontribusi yang paling konkret.
"Semangat kemerdekaan kami maknai dengan terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan hari ini, kami ingin membangun kedekatan dengan pelanggan sekaligus berbagi bersama anak-anak di LKSA Al Iman," kata Deny.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menambahkan bahwa interaksi langsung ini adalah cara perusahaan mendengar keluhan dan kebutuhan pelanggan di lapangan. Ia memastikan komitmen menjaga kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama di seluruh wilayah operasional Sulawesi.
Masyarakat yang menemui kendala layanan atau indikasi pelanggaran penyaluran energi dapat melaporkannya melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Ke depan, perusahaan berencana melanjutkan program serupa di titik-titik lain untuk memastikan dampak sosial perusahaan dirasakan merata, tidak hanya saat hari besar nasional.