BANGKA BARAT — Upaya menekan angka stunting di Bangka Barat tidak hanya bertumpu pada asupan gizi, tetapi juga kualitas pengasuhan anak. Lewat program TAMASYA, PT TIMAH bersama BKKBN dan Dinas P2KBP3A setempat menghadirkan edukasi langsung bagi orang tua dan pengasuh di Mentok.
Kegiatan yang berlangsung di Wisma Sriwijaya PT TIMAH ini menghadirkan pembicara dari bidang pediatri dan psikologi anak. Materi yang disampaikan menyasar pemahaman praktik pengasuhan yang positif dan ramah anak sejak usia dini.
Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah
Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka Barat, Sarbudiyono, menegaskan bahwa perhatian terhadap anak usia dini tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. Keluarga menjadi fondasi utama sebelum anak mengenal lingkungan yang lebih luas.
"Anak-anak kecil membutuhkan perhatian yang sangat besar dari semua orang, terutama keluarga mereka. Bentuk pendidikan yang paling mendasar dimulai di rumah. Keberhasilan pendidikan seorang anak sangat dipengaruhi oleh orang tuanya," katanya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kapasitas orang tua dalam mendidik anak menjadi kunci utama. Program TAMASYA hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan narasumber kompeten di bidang tumbuh kembang anak.
Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Stunting
Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektor yang melibatkan BUMN, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Kepala Divisi Pengolahan dan Pemurnian PT TIMAH turut hadir dalam acara tersebut, bersama Kepala Tim KSPK BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Zuwaldi Batubara.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen bersama dalam menangani persoalan stunting dari hulu, yakni pola asuh. Selama ini, intervensi stunting kerap berfokus pada perbaikan gizi, padahal pengasuhan yang berkualitas juga menentukan tumbuh kembang anak.
Dukungan pengasuhan yang diberikan melalui TAMASYA bertujuan memperkuat kompetensi orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat. Pemahaman ini menjadi langkah preventif untuk membantu kebutuhan perkembangan anak sekaligus mencegah stunting.
Pengasuhan Berkualitas untuk Generasi Sehat
Program ini diharapkan mampu mendorong orang tua dan pengasuh di Bangka Barat untuk lebih peka terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak. Praktik pengasuhan yang tepat sejak dini menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia daerah.
Dengan adanya program seperti TAMASYA, diharapkan tidak ada lagi anak di Bangka Barat yang mengalami hambatan tumbuh kembang akibat kurangnya pemahaman orang tua. Sinergi antara BUMN, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga di wilayah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.