KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menghadapi anak sekolah yang picky eater memang menguras kesabaran, terutama saat waktu minum susu tiba. Anda tidak sendirian, karena penelitian Universitas Gadjah Mada (2015) terhadap siswa SD dan SMP di Purbalingga menemukan tingkat penolakan terhadap susu plain mencapai 53% pada siswa SD dan 39,5% pada siswa SMP.
Lalu, bagaimana cara cerdas memastikan kebutuhan nutrisi harian anak tetap terpenuhi tanpa harus bertengkar setiap pagi? Kuncinya justru terletak pada pemahaman preferensi rasa dan strategi penyajian yang tepat.
Mengapa Rasa Cokelat Selalu Menang di Mata Anak?
Studi Universitas Negeri Surabaya (2016) mengungkap fakta menarik: rasa cokelat adalah varian favorit bagi 52,7% siswa sekolah dasar yang diteliti. Ini bukan sekadar soal selera, melainkan kunci penerimaan anak terhadap asupan bergizi.
Ketika anak menyukai rasa suatu produk, ia akan lebih konsisten menghabiskannya setiap hari. Sebaliknya, memaksa anak mengonsumsi makanan yang tidak ia sukai justru berisiko membuat waktu makan menjadi ajang perang urat syaraf.
Kebutuhan DHA Anak yang Tidak Boleh Diabaikan
Di usia 7-12 tahun, anak menjalani banyak aktivitas yang menuntut energi dan konsentrasi tinggi, mulai dari pelajaran sekolah hingga kegiatan olahraga. Salah satu asupan krusial untuk mendukung fungsi kognitif adalah Docosahexaenoic Acid (DHA), asam lemak esensial yang menjadi komponen utama jaringan otak.
Sayangnya, memenuhi kebutuhan DHA dari makanan sehari-hari masih sulit. Studi yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition pada 2016 mencatat bahwa mayoritas anak Indonesia usia 4-12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah standar minimum rekomendasi FAO/WHO. Artinya, memastikan anak kenyang saja belum cukup, komposisi nutrisinya juga wajib diperhatikan.
Solusi Praktis: Minuman Cokelat yang Diperkaya DHA
Kabar baiknya, ibu tidak perlu lagi memilih antara rasa yang enak atau kandungan yang bernutrisi. Kini tersedia produk minuman cokelat seperti Champion yang memang diformulasikan khusus untuk anak usia sekolah.
Champion hadir dengan kandungan DHA plus 10 jenis vitamin dan cokelat malt yang memberikan pelepasan energi secara berkala (sustained energy). Dengan begitu, anak tetap bertenaga mengikuti pelajaran tanpa mengalami penurunan fokus di tengah hari.
Format rasa cokelatnya pun dirancang untuk mendekati selera anak-anak, sehingga ibu tidak perlu lagi membujuk atau menukar gelas susu yang tidak dihabiskan si kecil setiap pagi.
Tips Membangun Rutinitas Minum Susu yang Menyenangkan
Agar asupan nutrisi ini menjadi kebiasaan, variasikan penyajiannya. Ibu bisa menyajikan Champion dalam keadaan dingin saat anak pulang sekolah atau hangat di pagi hari sebelum berangkat.
Libatkan anak dalam proses menyiapkan minumannya sendiri. Beri ia pilihan gelas favorit atau sedotan lucu agar ia merasa memiliki kontrol atas pilihannya. Kuncinya adalah konsistensi dan suasana positif, bukan paksaan.
Memenuhi nutrisi anak usia sekolah tidak harus menjadi perjuangan yang melelahkan. Dengan memahami preferensi rasanya dan memilih produk yang kaya akan DHA serta vitamin, ibu telah mengambil langkah tepat untuk mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajarnya.