Bangka Selatan Catat 39 Kekayaan Intelektual Komunal, Terbanyak di Babel — Tari Gajah Manunggang hingga Kue Badak Dilindungi

Penulis: Ragil  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 21:23:01 WIB
Kabupaten Bangka Selatan mencatat 39 Kekayaan Intelektual Komunal, terbanyak di Provinsi Babel.

TOBOALI — Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kini memegang rekor sebagai daerah dengan jumlah pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) terbanyak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak 39 warisan budaya dan potensi lokal telah tercatat secara resmi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Basel Anshori menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah. Menurutnya, pencatatan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap warisan budaya masyarakat setempat.

“Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal ini merupakan bentuk perlindungan terhadap warisan budaya yang dimiliki masyarakat Basel. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah,” ujarnya di ruang kerja, Rabu (13/05/2026).

Warisan Budaya yang Dicatatkan: Tari hingga Pakaian Adat

Pada kategori Ekspresi Budaya Tradisional, sebanyak 14 seni dan tradisi khas tercatat. Beberapa di antaranya adalah Tari Gajah Manunggang, Tari Tigel, Kawin Herdek, Tari Nganten Herdek, serta tradisi Beraben Gasing dan Mandi Besimbur.

Tak hanya seni pertunjukan, pakaian adat khas daerah seperti Sikapur Sirih, Lang Betedung, dan Pakaian Adat Punggawa juga masuk dalam daftar. Lagu daerah seperti Gajah Menunggang dan Tigel turut dilindungi.

Kuliner Khas hingga Varietas Lokal yang Dilindungi

Untuk kategori Pengetahuan Tradisional, Disdikbud Basel mencatat delapan kuliner khas. Mulai dari Kue Bolu Kuci, Belacan Habang, Bongkol, Lakso, Lempah Kuning, Mie Kuah Ikan, Sindeng, hingga Pekasem Teritip.

Sementara itu, kategori Sumber Daya Genetik mencatat 15 varietas unggulan lokal. Di antaranya Bigo Oren, Bigo Pungu, Pelem Lepar, Alpukat Roro, serta beberapa jenis padi lokal seperti Padi Kepal Wangi dan Padi Pak Raden.

Indikasi Asal: Kue Badak dan Bubur Jabak Jadi Ikon Daerah

Pada kategori Indikasi Asal, dua produk khas daerah telah tercatat, yakni Kue Badak dan Bubur Jabak Desa Irat. Keduanya kini memiliki perlindungan hukum sebagai produk asli Bangka Selatan.

Anshori menegaskan pihaknya akan terus menggali potensi budaya daerah untuk diusulkan dalam pencatatan KIK selanjutnya. Hal ini dilakukan agar warisan budaya Basel tetap terjaga dan semakin dikenal luas.

“Kami akan terus menggali potensi budaya yang ada dan mengusulkan pencatatan KIK Basel agar warisan budaya daerah dapat terus terlindungi dan dikenal luas,” katanya.

Ia berharap, melalui pencatatan ini, seluruh warisan budaya dan potensi lokal daerah dapat terus lestari serta menjadi identitas budaya yang membanggakan masyarakat Basel.

Reporter: Ragil
Sumber: cerapan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top