Pencarian

Andie Peci Tutup Usia, Aktivis Buruh dan Motor Penggerak Bonek yang Berjasa Mengembalikan Persebaya

Jumat, 10 Juli 2026 • 23:33:01 WIB
Andie Peci Tutup Usia, Aktivis Buruh dan Motor Penggerak Bonek yang Berjasa Mengembalikan Persebaya
Andie Peci, aktivis buruh dan motor penggerak Bonek, tutup usia di RSUD dr Mohamad Soewandhie.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Andy Kristiantono, atau yang akrab disapa Andie Peci, mengembuskan napas terakhir di RSUD dr Mohamad Soewandhie sekitar pukul 11.20 WIB setelah berbulan-bulan menjalani perawatan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi komunitas Bonek, tapi juga keluarga besar Persebaya dan gerakan buruh Indonesia.

Dari Madiun, Jadi Motor Perjuangan di Era Kelam Persebaya

Pria yang identik dengan topi flat cap ini lahir dan besar di Madiun. Kecintaannya pada Persebaya sudah tumbuh sejak era perserikatan. Selepas SMA, ia memutuskan hijrah ke Surabaya, berkuliah, bekerja, dan menghabiskan separuh hidupnya di Kota Pahlawan.

Namanya mulai melambung sebagai motor penggerak Bonek pada periode 2010 hingga 2017. Ini adalah masa terkelam Persebaya: klub mengalami dualisme, dijatuhi sanksi PSSI, tidak diakui federasi, hingga mati suri. Di titik inilah Andie Peci bersama suporter lain bergerilya melakukan aksi.

29 Jahitan Tak Mampu Menghentikan Langkahnya

Perjuangan Andie Peci penuh risiko. Pada April 2013, ia diserang sekelompok orang tak dikenal di Sekretariat Kasbi Surabaya, tak lama setelah aksi dukungan untuk Persebaya. Akibatnya, tangan Andie harus dijahit 29 luka bacok. Namun, lukanya tak membuatnya surut.

"Dia sosok yang kuat, idealismenya tinggi dalam hal memperjuangkan Persebaya sampai kembali diakui," kenang Husein Ghozali atau Cak Conk, salah satu koordinator Bonek. Berkat kegigihan mereka, PSSI akhirnya memulihkan status keanggotaan Persebaya hingga klub bisa berlaga di kasta tertinggi pada awal 2017.

Menjadi Jembatan Damai Pasca Tragedi Kanjuruhan

Di luar sepak bola, nama Andie Peci juga dikenal luas sebagai aktivis buruh yang vokal. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan kerap mengkritik kebijakan pemerintah soal ketenagakerjaan.

Namun, salah satu momen paling dikenang adalah perannya pasca tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Di tengah duka yang mendalam, ia menjadi salah satu tokoh yang menyerukan perdamaian antara Bonek dan Aremania. Ia bahkan meminta Bonek tidak melakukan konvoi saat menyambut kepulangan Persebaya, sebagai bentuk penghormatan kepada 135 korban jiwa. Ia juga sempat diundang ke acara Mata Najwa untuk mewakili suara suporter Indonesia.

"Sulit Mencari Tandingannya"

"Sulit untuk menandingi kepiawaiannya, mobilitasnya dalam bernegosiasi dan melakukan pergerakan untuk mengembalikan Persebaya," ucap Cak Conk. Direktur LBH Surabaya, Habibus Salihin, juga menyampaikan duka: "Doa terbaik, semoga Bung Andi mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan."

Andie Peci pergi, meninggalkan jejak perjuangan yang tak lekang waktu. Dari lapangan hijau hingga panggung advokasi buruh, ia adalah figur yang membuktikan bahwa suporter bisa menjadi lebih dari sekadar penonton.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks