PANGKALPINANG — Perum Bulog Cabang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memastikan stok beras yang tersimpan di gudangnya mencukupi kebutuhan masyarakat di Pulau Bangka hingga tiga bulan ke depan. Stok sebanyak 2.200 ton itu akan dialokasikan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan bagi warga tidak mampu di empat kabupaten dan satu kota.
"Saat ini, stok beras mencukupi untuk penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan warga tidak mampu di Pulau Bangka hingga tiga bulan ke depannya," kata Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri, di Pangkalpinang, Jumat (17/7).
Pasokan Tambahan dari Sumsel
Dimas menjelaskan, stok beras sebanyak 2.200 ton tersebut berasal dari hasil panen padi petani di Pulau Bangka dan pasokan dari Kanwil Perum Bulog Provinsi Sumatera Selatan. Saat ini, sebanyak 2.400 ton beras dari Kanwil Bulog Sumsel masih dalam perjalanan menuju Pulau Bangka.
"Apabila pasokan beras dari Kanwil Bulog Sumsel tiba, maka total stok yang dimiliki Bulog Bangka mencapai 4.600 ton. Jumlah itu diperkirakan cukup hingga lima hingga enam bulan ke depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Bangka," ujarnya.
Wilayah yang menjadi cakupan distribusi meliputi Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Kota Pangkalpinang.
Penyerapan Gabah Petani Lokal
Selain mengandalkan pasokan dari luar daerah, Perum Bulog Cabang Bangka juga aktif menyerap gabah kering dari petani lokal. Selama Januari hingga pertengahan Juli 2026, Bulog telah menyerap 3.300 ton gabah kering dari petani di Kabupaten Bangka Selatan.
Gabah tersebut berasal dari sejumlah desa, yakni Desa Pulau Besar, Batu Betumpang, Rias, dan Desa Serdang. Dari hasil penyerapan itu, Bulog memperoleh setara 1.700 ton beras.
"Penyerapan 3.300 ton gabah kering dari petani di Bangka Selatan ini setara 1.700 ton beras dan stok beras ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di daerah ini," kata Dimas.
Dengan adanya pasokan dari petani lokal dan tambahan dari Kanwil Bulog Sumsel, Dimas optimistis harga beras di pasaran tetap stabil dan kebutuhan pokok warga di wilayah kepulauan itu dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.