Kegiatan gotong royong yang digelar di sepanjang saluran air di Air Salemba ini dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Desy, Asisten Kepala Kesbangpol, Camat, serta para lurah. Kehadiran lintas instansi itu menunjukkan persoalan drainase menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Wawan Setiawan menjelaskan, selama ini banyak titik saluran yang ditumbuhi tanaman liar. Akar dan dedaunan yang menumpuk kerap menghambat aliran air, terutama saat hujan deras mengguyur.
“Kami berterima kasih banyak bersama masyarakat. Intinya kegiatan ini salah satunya meminimalisir sepanjang saluran ini yang ditanami dan ditumbuhi tanaman-tanaman liar,” ujar Wawan di lokasi.
Pembersihan dilakukan secara manual oleh warga dan petugas. Lumpur, sampah, serta ranting diangkat dari dasar saluran untuk memastikan kapasitas aliran air kembali normal.
Wawan mengapresiasi antusiasme warga yang ikut turun langsung. Ia berharap kebiasaan membersihkan lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan resmi selesai.
“Sekali lagi harapan kita kepada masyarakat semuanya, terlepas dari kegiatan ini telah selesai, untuk kedepannya tetap berlanjut,” katanya.
Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan. Gotong royong semacam ini, lanjut dia, harus menjadi budaya, bukan sekadar agenda seremonial.
Lurah Air Salemba juga mengumumkan agenda gotong royong lanjutan dari Pemerintah Kota Pangkalpinang. Kegiatan serupa akan kembali digelar pada 22 Mei 2026 di Jalan Cendrawasih.
“Insya Allah pada tanggal 22 akan ada agenda lagi di Jalan Cendrawasih, agenda Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk kegiatan gotong royong yang insya Allah akan dihadiri oleh Pak Wali Kota,” tutup Wawan.
Rencana kehadiran langsung Wali Kota Pangkalpinang di lokasi gotong royong berikutnya diharapkan bisa memicu semangat warga di kelurahan lain untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air di kota tersebut.