KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Federasi Balap Motor Internasional (FIM) menjatuhkan sanksi kolektif kepada lima pembalap usai seri balapan di Sirkuit Catalunya. Mereka dinilai melanggar regulasi batas minimum tekanan ban saat balapan berlangsung. Keputusan ini langsung mengubah peta persaingan di klasemen MotoGP 2026.
Joan Mir menjadi pembalap yang paling dirugikan. Pebalap Repsol Honda itu awalnya finis di posisi kedua dan sudah bersiap naik podium. Namun, setelah sanksi dijatuhkan, posisinya merosot tajam ke urutan ke-11.
Empat pembalap lain yang terkena hukuman serupa adalah Raul Fernandez, Toprak Razgatlioglu, Jack Miller, dan Alex Rins. Mereka semua mendapatkan tambahan waktu 16 detik pada catatan waktu finisnya.
Francesco Bagnaia sempat menjalani proses investigasi terkait masalah tekanan ban yang sama. Namun, FIM memutuskan tidak memberikan sanksi setelah menemukan bukti teknis yang mendukung. Penurunan tekanan ban pada motor pembalap Italia itu terjadi akibat kebocoran pada bagian pelek roda.
Akibat penalti yang menimpa Joan Mir, Fermin Aldeguer secara otomatis naik ke posisi kedua. Francesco Bagnaia melengkapi podium ketiga. Fabio Di Giannantonio keluar sebagai pemenang balapan GP Catalunya setelah balapan sempat dihentikan dua kali akibat bendera merah karena kecelakaan serius.
Meski Jorge Martin disebut kokoh di puncak pada judul berita sumber, data klasemen terbaru menunjukkan Marco Bezzecchi masih memimpin dengan 142 poin. Jorge Martin dan Fabio Di Giannantonio membuntuti di posisi tiga besar dengan persaingan yang semakin ketat.
Kenaikan posisi Fermin Aldeguer ke peringkat sepuluh besar klasemen menjadi berkah tersendiri. Tambahan poin signifikan dari hasil runner-up di Catalunya membantunya melesat. Para penggemar kini menanti seri berikutnya untuk melihat bagaimana para pembalap yang terkena penalti bangkit kembali.