KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Oppo resmi merilis lini terbaru keluarga Reno, yaitu Oppo Reno 16 series, di pasar China. Seri ini terdiri dari dua model: Oppo Reno 16 standar dan Oppo Reno 16 Pro. Keduanya sudah bisa dipesan melalui toko online resmi Oppo China, namun belum ada informasi mengenai ketersediaan di pasar global, termasuk Indonesia.
Oppo Reno 16 Pro hadir dengan spesifikasi yang cukup agresif di atas kertas. Ponsel ini dibekali baterai berkapasitas 7.000 mAh, sebuah angka yang sangat jarang ditemukan di ponsel kelas menengah ke atas. Sektor kameranya mengandalkan sensor utama 200 MP yang menjanjikan hasil foto beresolusi tinggi.
Untuk performa, Oppo Reno 16 Pro menggunakan chipset MediaTek Dimensity. Sayangnya, detail varian chipset yang digunakan belum diumumkan secara resmi. Sementara itu, Oppo Reno 16 standar juga ditenagai oleh prosesor MediaTek Dimensity, namun dengan konfigurasi yang lebih rendah.
Oppo Reno 16 tersedia dalam tiga pilihan warna: Galaxy Purple, Heartbeat, dan Moonlight Is Dark. Harga untuk varian dasar belum diumumkan, tetapi model Pro dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 1 TB diperkirakan dibanderol di kisaran harga premium. Sebagai gambaran, ponsel dengan spesifikasi serupa dari kompetitor biasanya dijual di atas Rp 10 juta.
Saat ini, kedua ponsel baru bisa dibeli di China melalui Oppo China online store. Belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal peluncuran di Indonesia.
Dibandingkan dengan Oppo Reno 15 series, lini Reno 16 membawa peningkatan signifikan pada sektor baterai dan kamera. Reno 15 Pro sebelumnya hanya memiliki baterai 5.000 mAh dan kamera 64 MP. Lonjakan ke 7.000 mAh dan 200 MP menunjukkan Oppo ingin bersaing langsung dengan ponsel-ponsel gaming dan fotografi seperti seri Xiaomi 14T atau vivo V40 Pro.
Oppo Reno 16 Pro jelas menyasar pengguna yang butuh daya tahan baterai ekstrem dan hasil foto detail. Sementara Oppo Reno 16 standar lebih cocok untuk konsumen yang mencari ponsel harian dengan performa cukup tanpa perlu membayar fitur premium. Jika Oppo membawa seri ini ke Indonesia, persaingan di segmen mid-to-high dipastikan akan semakin ketat.