DLH Bangka Awasi Pemotongan Hewan Kurban, Panitia Diminta Siapkan Wadah Ramah Lingkungan dan Pisahkan Sampah

Penulis: Yasir  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:38:01 WIB
DLH Bangka mengawasi pemotongan hewan kurban dengan meminta panitia pisahkan sampah organik dan non-organik.

SUNGAILIAT — Kepala DLH Kabupaten Bangka Boy Yandra meminta panitia kurban menyiapkan tempat sampah khusus serta memisahkan sampah organik dan non-organik. Langkah ini untuk memudahkan petugas kebersihan mengangkut limbah ke tempat pembuangan akhir.

Larangan Kantong Plastik untuk Wadah Daging

Boy Yandra menyarankan panitia menggunakan wadah berbahan ramah lingkungan, seperti daun jati, untuk membungkus daging kurban. "Hindari semaksimal mungkin penggunaan wadah plastik karena sulit terurai," ujarnya di Sungailiat, Selasa.

Darah hewan kurban tidak boleh mengalir sembarangan. Menurut Boy, darah yang mencemari lingkungan bisa menimbulkan bau tak sedap dan mengundang lalat. Tim kebersihan DLH sudah disiagakan untuk mengambil sampah yang sudah dikumpulkan panitia.

Lingkungan Bersih Jaga Kualitas Daging

Boy menegaskan kebersihan tempat pemotongan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan daging yang dibagikan. "Lingkungan pemotongan yang bersih menjadikan kondisi daging tetap sehat," katanya.

Pengawasan difokuskan di titik-titik pemotongan dalam Kota Sungailiat yang mudah dijangkau. Boy mengakui jumlah petugas kebersihan terbatas, sehingga peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. "Menjaga kebersihan harus kita lakukan bersama-sama," tambahnya.

Apa yang Harus Disiapkan Panitia Kurban?

DLH Bangka mengingatkan panitia untuk menyediakan tempat sampah di lokasi pemotongan. Sampah organik seperti tulang dan kulit harus dipisahkan dari sampah non-organik seperti kemasan. Petugas kebersihan akan mengambil sampah yang sudah terkumpul untuk dibuang ke TPA.

Selain itu, panitia diminta menyiapkan wadah daging dari bahan alami. Daun jati menjadi pilihan utama karena mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan. Penggunaan plastik sekali pakai justru akan menambah beban sampah di TPA.

Reporter: Yasir
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top