21 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Permukiman Padat Tambora, Warga Berhamburan

Penulis: Fajar  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 18:31:01 WIB
mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di permukiman padat Krendang, Tambora.

JAKARTA — Api dengan cepat melahap puluhan rumah di Krendang, Tambora, Kamis malam. Warga berhamburan keluar saat kobaran api membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta langsung mengerahkan kekuatan besar: 21 unit mobil damkar ke lokasi kejadian.

Jumlah tersebut tergolong mobilisasi besar untuk standar penanganan kebakaran permukiman di Jakarta. Biasanya, kebakaran rumah biasa hanya membutuhkan 3 hingga 5 unit damkar. Namun, kondisi Tambora yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kepadatan tertinggi di Jakarta Barat memaksa petugas bekerja ekstra.

Mengapa 21 Unit Damkar Tak Cukup Cepat?

Tantangan utama ada di medan. Jalan-jalan di Krendang sangat sempit, hanya muat untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Mobil damkar berukuran besar kesulitan menembus gang. Petugas harus menyambung selang hingga ratusan meter dari jalan utama ke titik api.

“Kami harus memastikan pasokan air cukup dan api tidak merambat ke bangunan sekitar,” ujar salah satu petugas di lokasi. Kepadatan hunian membuat api bisa menjalar dalam hitungan menit. Rumah-rumah berdiri berdempetan tanpa jarak aman, sehingga satu titik api bisa meluas menjadi kobaran besar.

Korsleting Listrik dan Ancaman Instalasi Tua

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, warga sekitar menduga api berasal dari korsleting listrik. Di permukiman lama seperti Tambora, instalasi listrik sering kali sudah berusia puluhan tahun. Banyak rumah menggunakan kabel dengan kapasitas daya yang tidak sesuai, ditambah sambungan listrik tidak resmi yang meningkatkan risiko hubungan pendek arus.

Karakteristik ini membuat Krendang dan kawasan serupa di Jakarta Barat menjadi zona merah kebakaran. Data Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta menunjukkan bahwa permukiman padat seperti ini memerlukan respons lebih cepat dan sumber daya lebih besar dibanding area dengan akses lebih baik.

Evakuasi Warga dan Keterbatasan Ruang Aman

Operasi pemadaman berlangsung bersamaan dengan evakuasi warga. Kepadatan hunian berarti lebih banyak jiwa yang terancam. Petugas harus memindahkan warga ke tempat aman sambil tetap memberi ruang bagi mobil damkar untuk bermanuver.

Namun, keterbatasan ruang terbuka di Tambora menjadi kendala. Hampir tidak ada titik kumpul yang cukup luas untuk menampung ratusan warga yang mengungsi. Sebagian warga terpaksa bertahan di pinggir jalan utama sambil menunggu api benar-benar padam.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Permukiman Padat?

Kebakaran di Krendang menjadi pengingat akan urgensi penataan ulang permukiman padat di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya memiliki program penataan kampung, namun implementasinya kerap terganjal soal relokasi, kompensasi lahan, dan resistensi warga.

Dari perspektif manajemen bencana perkotaan, kawasan seperti Tambora memerlukan pendekatan khusus. Ini mencakup penyediaan hidran kebakaran yang memadai, pelebaran akses jalan untuk kendaraan darurat, dan sistem deteksi dini kebakaran berbasis komunitas. Tanpa itu, setiap malam di permukiman padat adalah waktu yang menegangkan bagi warga dan petugas damkar.

Reporter: Fajar
Sumber: journalarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top