Motorola Moto G Stylus (2026) Naik Harga Rp 2,3 Juta, Stylet Aktif Jadi Andalan

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:07:01 WIB
Motorola Moto G Stylus (2026) hadir dengan stylus aktif yang mendukung pressure sensitivity dan palm rejection.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Perbedaan paling signifikan antara Moto G Stylus (2026) dengan versi 2025 ada pada stylus-nya. Tahun lalu, Motorola masih menggunakan stylus pasif. Kini, mereka beralih ke stylus aktif yang mendukung pressure sensitivity dan tilt.

Stylus baru ini juga lebih tebal dan sudah dilengkapi palm rejection. Artinya, saat menulis atau menggambar, telapak tangan yang menempel di layar tidak akan tercatat sebagai input. Ini membuat pengalaman menulis catatan atau membuat sketsa terasa lebih alami.

Fitur andalan stylus ini adalah kemampuan untuk langsung menulis tanpa membuka aplikasi atau membuka kunci ponsel. Cukup cabut stylus-nya, dan catatan siap dibuat. Motorola juga menyematkan tombol pada stylus yang bisa dikonfigurasi untuk membuka Circle to Search, mengambil screenshot, atau membuka catatan baru.

Performa dan Spesifikasi: Hampir Identik dengan Pendahulu

Di luar stylus, peningkatan pada Moto G Stylus (2026) sangat terbatas. Motorola masih menggunakan chipset, RAM, dan kamera yang sama dengan model 2025. Desain eksternal pun tidak berubah.

Beberapa peningkatan minor yang diberikan meliputi penyimpanan UFS 3.1 yang lebih cepat, rating ketahanan air IP69 (naik dari IP68), dan layar dengan tingkat kecerahan puncak yang lebih tinggi. Layar utama tetap sama: panel AMOLED 6,7 inci resolusi 1220p dengan refresh rate 120 Hz.

Kapasitas baterai juga sedikit membesar dari 5.000 mAh menjadi 5.200 mAh. Namun, peningkatan-peningkatan ini, menurut pengujian awal, tidak memberikan dampak signifikan pada performa sehari-hari.

Harga Naik, Fitur Stylus Kurang Maksimal

Kenaikan harga USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta) menjadi USD 499 (sekitar Rp 8,2 juta) adalah poin krusial. Untuk selisih tersebut, konsumen seharusnya mendapatkan lebih dari sekadar stylus aktif.

Sayangnya, stylus aktif ini pun belum sepenuhnya dimaksimalkan. Misalnya, stylus tidak bisa digunakan sebagai remote shutter kamera. Padahal, stylus ini sudah mendukung konektivitas Bluetooth, yang seharusnya memungkinkan fitur tersebut.

Fitur Circle to Search yang terintegrasi juga terasa kurang intuitif. Untuk mengaktifkannya, pengguna harus menekan dan menahan tombol stylus di dekat layar, lalu menunggu beberapa saat. Proses ini terasa lebih lambat dan kurang natural dibandingkan mengaktifkannya langsung dengan jari.

Kelebihan Lain: Headphone Jack dan MicroSD Tetap Ada

Motorola tetap mempertahankan dua fitur yang sudah mulai langka di kelas menengah: jack audio 3,5 mm dan slot microSD. Bagi pengguna yang masih setia dengan earphone kabel atau memiliki koleksi musik offline yang besar, dua fitur ini bisa menjadi alasan kuat untuk mempertimbangkan ponsel ini.

Slot microSD mendukung kartu hingga 1 TB, cukup untuk menyimpan perpustakaan media dalam jumlah besar.

Kesimpulan: Layak Beli untuk Siapa?

Motorola Moto G Stylus (2026) adalah pilihan yang sulit direkomendasikan. Kenaikan harga yang cukup tajam tidak sebanding dengan peningkatan fitur yang ditawarkan. Stylus aktif memang menjadi nilai tambah, tetapi eksekusinya belum sempurna dan peningkatan lain di luar stylus sangat minim.

Ponsel ini paling cocok untuk pengguna yang sangat membutuhkan stylus aktif dengan palm rejection dan fitur catatan cepat, serta masih menginginkan jack audio dan slot microSD. Bagi kebanyakan orang, Moto G Stylus (2025) dengan harga lebih murah menawarkan pengalaman yang hampir sama.

Reporter: Ragil
Sumber: androidauthority.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top