TANJUNGPANDAN — Wakil Bupati Belitung Syamsir menyoroti pergeseran nilai-nilai kehidupan berbangsa yang dinilai mulai mengancam kohesi sosial di daerah. Ia menyebutkan fenomena seperti meningkatnya narasi primordialisme, memudarnya semangat gotong royong, hingga polarisasi politik yang kian tajam menjadi perhatian serius.
“Peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni adalah momentum untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujar Syamsir di hadapan aparatur sipil negara dan undangan yang hadir dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.
Meski tidak merinci secara spesifik bentuk pergeseran yang dimaksud, Syamsir menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tren yang dapat merusak fondasi kebangsaan. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dinamika sosial-politik lokal juga menunjukkan tantangan dalam mempertahankan kebersamaan antarwarga.
Dalam pidatonya, Syamsir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta Tanah Air dan berkolaborasi dalam pembangunan. Ia menggunakan istilah “keroyokan” yang merujuk pada semangat gotong royong, nilai luhur yang terkandung dalam sila keempat Pancasila.
“Ayo kita mencintai bangsa Indonesia ini, ayo kita mencintai Tanah Air, ayo terus berkolaborasi, kompak, dan keroyokan dalam pembangunan bangsa,” ujar Syamsir dengan nada mengajak.
Ajakan ini relevan dengan kondisi Kabupaten Belitung yang memiliki potensi ekonomi di sektor pariwisata, perikanan, dan pertambangan. Pengelolaan yang berkelanjutan dan berkeadilan, menurut Syamsir, memerlukan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Syamsir juga mendorong pengamalan nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa. Hal ini dinilai penting untuk menyikapi situasi politik global yang penuh ketegangan geopolitik dan konflik regional.
Menurutnya, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi domestik, tetapi juga menjadi kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia. Hal ini sejalan dengan tema peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”.
“Tema ini merupakan sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila menjadi fondasi untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus berkontribusi pada perdamaian global,” pungkas Syamsir.